Aliansi Kesatuan Rakyat Menggugat (KERAMAT) melakukan aksi unjuk rasa di pertigaan Jl. Alauddin-Pettarani, Kota Makassar, Senin(1/09/2025).

ADI DG SILELE

- Author

Senin, 1 September 2025 - 15:59 WIB

50124 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Makassar – tribun1.com | Aksi tersebut menyikapi kebijakan pemerintah yang dinilai tidak berpihak pada rakyat.

 

Massa aksi membawa spanduk tuntutan bertuliskan “Makassar Bergerak Gulingkan Prabowo-Gibran” sambil bergantian melakukan orasi politik.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Jenderal lapangan Leksan menyampaikan bahwa gelombang protes rakyat hari ini dampak dari kebijakan pemerintahan Prabowo-Gibran Dan DPR yang tidak mencerminkan prinsip keadilan.

 

Menurutnya, ditengah kondisi ekonomi rakyat yang tidak menentu, pemerintah justru menaikkan gaji anggota DPR, dan menari, berjoget diatas penderita Rakyat ditengah efisiensi anggaran sementara rakyat terus diperas melalui sistem pajak yang sangat tinggi.

 

“Hari ini kami dari Aliansi KERAMAT menyerukan Makassar Bergerak Gulingkan Prabowo-Gibran. Hal ini juga sejalan dengan Prabowo atas dugaan keterlibatan dalam kasus pelanggaran HAM dan penculikan aktivis reformasi. Serta wapres Gibran Rakabuming Raka kami nilai tidak pantas menjadi wapres karena sampai saat ini belum ada tindakan nyata yang dilakukan bahkan ketika ditanya oleh awak media seperti orang kebingungan,” ujar Leksan

 

Dalam aksi itu juga, Aliansi KERAMAT menyerukan Bubarkan DPR dan merevisi seluruh kebijakan yang tidak mengedepankan kepentingan rakyat proletariat .

 

Massa aksi menilai, semasa Prabowo dan Gibran menjadi presiden dan Wakil Presiden RI telah terjadi banyak regulasi yang bertentangan dengan kebutuhan akar rumput seperti masyarakat adat, petani, nelayan, dan buruh, kaum miskin perkotaan

 

“Aliansi KERAMAT menyerukan agar Prabowo dan Gibran serta DPR segera Gulingkan atas praktik ketidakadilan terhadap masyarakat ,” pungkas Leksan.

 

Adapun organisasi yang tergabung dalam Aliansi Kesatuan Rakyat Menggugat (KERAMAT) yaitu: GRD,SPMP, GMNI Makassar, PMKRI Gowa, dengan membawa isu utama yaitu “Makassar Bergerak Gulingkan Prabowo-Gibran” dengan tuntutan:

 

1. Sahkan UU Perampasan Aset

 

2. Tolak Kenaikan PBB

 

3. Bubarkan DPR RI

 

4. Tolak UU TNI

 

5. Tolak RKUHP

 

6. Tolar RUU Polri

 

7. Hentikan perampasan ruang hidup masyarakat

 

8. Hentikan Represif aparat terhadap masyarakat sipil

 

9. Adili Jokowi

 

10. Sahkan UU Masyarakat adat

 

11. Tolak proyek strategis nasional

 

12. Wujudkan pendidikan gratis

 

13. Wujudkan kesehatan gratis

 

14. Usut tuntas pelanggaran HAM masa lalu

 

15. Tolak hutang luar negeri

 

16. Tolak penulisan ulang sejarah

 

17. Tolak gelar pahlawan Soeharto

 

18. Copot Kapori

 

19. Tolak keputusan PN. Makassar terkait penggusuran Bara-baraya

 

20. Hentikan perampasan tanah yang dilakukan oleh PT. PN takalar

 

21. Rombak kabinet Merah putih

Berita Terkait

.SWI Jabar Kawal Transparansi Anggaran Publik, Audiensi dengan Diskominfo Jabar Bahas Akses Informasi dan Kemitraan Media
Aktivis LSM KOREK Laporkan Dugaan Penganiayaan di Kantor BPN Kota Bandung, Polisi Diminta Usut Tuntas
Dari Surabaya untuk Indonesia Timur, SWI Perkuat Kompetensi dan Profesionalisme Wartawan
Kebakaran Mardinding Karo, 8 Rumah Hangus dan TNI Bergerak Cepat
Bersama dalam Shalawat, Bersatu dalam Syukur: Kehangatan Maulid Nabi di Babakan Talang Menyentuh Hati Jamaah
Kesbangpol dan SWI Jabar Perkuat Hubungan Profesional demi Informasi yang Berkualitas
Menata Masa Depan Rumah Tangga, KUA Lembang Gelar Bimbingan Pra Nikah untuk Puluhan Pasangan
DPP XTC Indonesia Nyatakan Sikap Tegas: Persatuan Dijaga, Penyalahgunaan Identitas Diproses Hukum

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 19:02 WIB

Situasi Genting di Lawe Alas: Jebolnya Tanggul Sungai dan Aktifitas Tambang Galian C Dinilai Melanggar Undang-Undang

Selasa, 29 September 2026 - 20:49 WIB

Bantuan Pemda Aceh Rp 323,5 Juta, Untuk Kebakaran Agara. Diduga Meguap Kemana sekitar Rp 240 Juta.

Senin, 20 Juli 2026 - 00:30 WIB

Dugaan Penyimpangan Pengelolaan Dana BOS dan PIP di SDN 2 Biak Muli Minta Diusut Hingga Tuntas

Senin, 6 Juli 2026 - 13:53 WIB

Grasstrack Kapolres Agara Sukses Digelar, Semangat Bhayangkara dan Prestasi Berpacu di Sirkuit IMI Aceh Tenggara

Sabtu, 23 Mei 2026 - 18:22 WIB

BPJN Aceh 3.5 Bersihkan Ruas Jalan Nasional Terdampak Banjir di Desa Kuning dan Lawe Tua Persatuan

Kamis, 7 Mei 2026 - 06:59 WIB

Truk Diduga Angkut Gondorukem Terjun ke Jurang di Agara, Nopol Ditutup, Lokasi Dijaga Ketat

Kamis, 23 April 2026 - 02:45 WIB

Politik Kotor Mengendap di Spanduk: Saat Wajah Demokrasi Aceh Dicoreng Oknum Tak Bertanggung Jawab

Selasa, 14 April 2026 - 19:54 WIB

Rabusin Menyuarakan Kepastian Hukum di Tengah Sengketa Agraria yang Diuji di Pengadilan Negeri Blangkejeren

Berita Terbaru