Tribun1.com – Tanah Karo — Sosok Letkol Arm Eddy Saputra Ginting, S.E., M.S.M., M.Tr.Mil., Dandenintel Kodam I/Bukit Barisan, selama ini dikenal melalui tugasnya di bidang intelijen yang menuntut kewaspadaan, ketelitian, dan tanggung jawab tinggi. Kamis (24/9/2026).
Namun, di balik tugas tersebut, terdapat sisi lain dari putra Tanah Karo itu yang terlihat ketika berkumpul bersama keluarga dan masyarakat.
Jabatan sebagai Dandenintel Kodam I/Bukit Barisan membuat Letkol Eddy memiliki tanggung jawab strategis dalam menjalankan tugas di lingkungan Kodam I/BB. Pekerjaan tersebut menuntut seorang perwira intelijen untuk selalu waspada dan siap menjalankan tugas.
Kesibukan itu membuat dirinya tidak selalu terlihat dalam berbagai kegiatan keluarga, pertemuan dengan sahabat, maupun keramaian di kampung halaman.
Kondisi tersebut sempat membuat sebagian orang menilai dirinya sebagai sosok yang menjaga jarak. Namun, suasana berbeda terlihat ketika keluarga besarnya menggelar acara mengenang satu tahun wafatnya ayahandanya, Almarhum Bapak Usaha Ginting Suka, pada Sabtu, 19 September 2026.
Tak Ada Sekat di Rumah Duka
Dalam acara keluarga tersebut, Letkol Eddy terlihat berbaur dengan keluarga, kerabat, sahabat, dan masyarakat yang hadir.
Tidak terlihat sekat antara dirinya sebagai seorang perwira TNI dengan keluarga dan masyarakat. Para tamu yang datang disambut dengan ramah.
Sikap tersebut menunjukkan sisi lain dari seorang Letkol Eddy yang tetap menjaga hubungan dengan keluarga dan lingkungan asalnya.
Momen yang paling menarik perhatian terjadi ketika sejumlah orang tua, termasuk para nenek lanjut usia, datang memeluk dan mencium pipinya.
Mereka memberikan doa dan menunjukkan kasih sayang kepada Letkol Eddy sebagai putra Tanah Karo.
Kemeja Putih Penuh Bekas Sirih
Dalam momen tersebut, bekas air sirih merah dari para orang tua terlihat menempel pada kemeja putih yang dikenakan Letkol Eddy.
Noda tersebut tampak di sejumlah bagian kemejanya, termasuk bagian pipi, bahu, dan dada.
Namun, Letkol Eddy tidak menunjukkan keberatan. Ia tetap menerima pelukan tersebut dan membalasnya dengan penuh penghormatan.
Ia bahkan menundukkan kepala sebagai bentuk penghormatan kepada orang yang lebih tua.
Momen sederhana itu menjadi perhatian keluarga dan tamu yang hadir. Bagi mereka, sikap tersebut memperlihatkan bahwa jabatan dan pangkat tidak menghilangkan kedekatan dengan keluarga serta budaya yang menjadi bagian dari kehidupan seorang putra daerah.
Tetap Membawa Nama Tanah Karo
Letkol Eddy Saputra Ginting merupakan salah satu putra Tanah Karo yang kini mengemban tugas sebagai Dandenintel Kodam I/Bukit Barisan.
Kesibukannya dalam menjalankan tugas membuat kehadirannya di tengah masyarakat tidak selalu terlihat. Namun, berdasarkan suasana yang terlihat dalam acara keluarga tersebut, hubungan dengan keluarga dan akar budaya Karo tetap dijaga.
Kisah tentang kemeja putih yang terkena bekas sirih itu kemudian menjadi gambaran sederhana tentang penghormatan kepada orang tua.
Bukan soal noda pada pakaian, tetapi tentang bagaimana seseorang menyikapi kasih sayang dan penghormatan dari orang yang lebih tua.
Bagi keluarga dan orang-orang yang hadir, momen tersebut menjadi kenangan tersendiri.
Doa pun disampaikan agar Letkol Arm Eddy Saputra Ginting selalu diberikan kesehatan, kelancaran dalam menjalankan tugas, kesuksesan dalam karier, serta keharmonisan bersama keluarga. (Debi A’a)














































