Tribun1.com -BANDUNG BARAT — Pembangunan program revitalisasi di SD Negeri Tresnaraja, Kampung Ciraja RT 03/RW 04, Desa Mandalasari, Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat, terus berjalan. Berdasarkan perkembangan pekerjaan di lapangan, pelaksanaan revitalisasi tersebut kini telah mendekati 50 persen.Senin 28/9/2026
Program revitalisasi yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026 itu memiliki nilai bantuan sebesar Rp941.085.900. Pelaksanaannya dilakukan secara swakelola melalui Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) sesuai mekanisme yang ditetapkan pemerintah.
Adapun pekerjaan yang dilaksanakan mencakup pembangunan ruang kelas baru (RKB), rehabilitasi ruang yang menjadi sasaran revitalisasi, serta pembangunan atau perbaikan fasilitas toilet sekolah.
Dikerjakan Secara Swakelola
Dalam pelaksanaannya, pihak sekolah menyampaikan bahwa pengelolaan kegiatan dilakukan melalui P2SP. Tim tersebut menjadi bagian dari mekanisme pelaksanaan program revitalisasi satuan pendidikan yang melibatkan unsur sekolah dalam proses pembangunan.
Salah seorang guru SDN Tresnaraja, Ayi Nurdin, S.Pd., menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada pemerintah atas bantuan revitalisasi yang telah diberikan kepada sekolah.
> “Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah yang telah menyalurkan bantuan revitalisasi ini. Bantuan tersebut sangat berarti bagi sekolah, khususnya dalam menunjang sarana dan prasarana pendidikan,” ujar Ayi.
Menurutnya, dalam pelaksanaan pembangunan, pihak sekolah berupaya mengikuti ketentuan dan spesifikasi teknis yang telah dituangkan dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB).
“Dalam tata kelola pelaksanaan, kami membentuk P2SP sesuai instruksi pemerintah. Untuk pelaksanaan pembangunan, kami mengikuti spesifikasi yang sudah dituangkan dalam RAB,” jelasnya.
Keselamatan Kerja Menjadi Perhatian
Selain aspek pembangunan fisik, pihak sekolah juga menyatakan memberikan perhatian terhadap keselamatan para pekerja selama proses pengerjaan berlangsung.
Ayi mengatakan, para pekerja diarahkan untuk mematuhi ketentuan keselamatan kerja, termasuk menggunakan alat pelindung diri (APD) sesuai jenis pekerjaan dan kondisi di lapangan.
“Kami selalu mengingatkan pekerja agar mematuhi aturan keselamatan kerja dan menggunakan APD. Untuk JKK dan BPJS Ketenagakerjaan, para pekerja juga sudah kami daftarkan,” katanya.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa aspek keselamatan kerja menjadi bagian yang diperhatikan dalam pelaksanaan revitalisasi, terlebih sejumlah pekerjaan konstruksi dilakukan pada bagian bangunan dan struktur yang memiliki risiko pekerjaan di ketinggian.
Diharapkan Tingkatkan Kenyamanan Belajar
Lebih jauh, pihak sekolah berharap revitalisasi tersebut tidak hanya memperbaiki kondisi fisik bangunan, tetapi juga memberikan dampak langsung terhadap proses belajar mengajar.
Dengan tersedianya ruang dan fasilitas pendidikan yang lebih memadai, sekolah berharap siswa dapat mengikuti kegiatan pembelajaran dalam lingkungan yang lebih nyaman dan layak.
“Kami berharap dengan adanya fasilitas yang menunjang kegiatan belajar, dapat menciptakan generasi anak bangsa yang unggul dan berkualitas di masa depan,” tutur Ayi.
Menurutnya, peningkatan sarana pendidikan merupakan salah satu bagian penting dalam mendukung proses pembelajaran. Kondisi ruang kelas dan fasilitas penunjang yang memadai diharapkan dapat membantu guru maupun siswa menjalankan kegiatan pendidikan secara lebih optimal.
Sekolah Masih Membutuhkan Mebeler
Meski pembangunan revitalisasi sedang berjalan, pihak sekolah menyebut masih terdapat kebutuhan lain yang diharapkan dapat dipenuhi pada tahap berikutnya.
Salah satunya adalah fasilitas mebeler sekolah, seperti meja dan kursi siswa maupun perlengkapan pendukung lainnya.
“Selain bantuan pembangunan, ke depannya kami dari pihak sekolah masih membutuhkan fasilitas mebeler untuk menunjang kegiatan belajar mengajar,” pungkas Ayi.
Dengan progres pembangunan yang telah mendekati 50 persen, pihak sekolah berharap seluruh tahapan revitalisasi dapat berjalan sesuai rencana hingga selesai, sehingga hasil pembangunan nantinya benar-benar dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan di SDN Tresnaraja.”Tim”














































