Tribun1.com – KARO – Jalan Udara–Simpang Empat yang selama bertahun-tahun mengalami kerusakan akhirnya mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten Karo. Perbaikan jalan tersebut menjadi kabar baik bagi masyarakat yang selama ini mengeluhkan kondisi jalan berlubang dan berdebu, terutama saat musim kemarau. Minggu, 4 Oktober 2026,
Perbaikan jalan Udara–Simpang Empat dinilai menjawab keluhan warga yang telah lama berharap adanya pembenahan terhadap akses jalan tersebut.
Selama bertahun-tahun, kondisi jalan yang rusak membuat masyarakat harus menghadapi perjalanan yang kurang nyaman. Selain terdapat lubang, debu juga menjadi persoalan ketika kondisi cuaca kering.
Perhatian terhadap infrastruktur tersebut mendapat apresiasi dari masyarakat. Salah satunya disampaikan Jon Warisman S, warga Gang Rukun, Berastagi.
Jon mengatakan, dirinya setiap hari melewati jalur tersebut untuk mengantar anaknya bersekolah di SMP Negeri 1 Simpang Empat. Ia juga menggunakan jalan tersebut ketika hendak berladang di Desa Surbakti.
Menurut Jon, perbaikan jalan sangat penting karena tidak hanya berkaitan dengan kenyamanan perjalanan, tetapi juga mendukung aktivitas masyarakat sehari-hari.
“Terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Karo yang telah memperhatikan kondisi jalan kami. Jalan ini sudah hampir 10 tahun tidak mendapat perhatian,” ujar Jon.
Ia menilai perbaikan jalan akan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya dalam memperlancar mobilitas warga dan menunjang kegiatan ekonomi.
Jon juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Karo di bawah kepemimpinan Bupati Karo Brigjen Pol (Purn) Dr. dr. Antonius Ginting, Sp.OG., M.Kes.
“Ini merupakan manfaat langsung yang kami rasakan di masa kepemimpinan Bapak Bupati Antonius Ginting,” katanya.
Perbaikan jalan tersebut diharapkan dapat memberikan akses yang lebih baik bagi masyarakat yang setiap hari menggunakan jalur Udara–Simpang Empat, termasuk warga yang melakukan aktivitas pendidikan, pertanian dan kegiatan ekonomi.
Bagi masyarakat, pembenahan infrastruktur jalan bukan hanya menyangkut kondisi fisik jalan, tetapi juga berkaitan dengan kelancaran aktivitas sehari-hari. Karena itu, perhatian pemerintah terhadap jalan yang telah lama mengalami kerusakan menjadi hal yang mendapat respons positif dari warga. (Debi A’a)














































