Tribun1.com – KARO – Puluhan orang tua siswa korban keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karo tetap bertahan menyampaikan aspirasi meski diguyur hujan deras, Rabu (8/10/2026). Mereka mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karo menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) serta memberikan kompensasi kepada para korban.
Aksi damai yang berlangsung sekitar pukul 14.35 WIB itu menunjukkan keseriusan para orang tua dalam memperjuangkan kejelasan penanganan kasus keracunan yang menimpa anak-anak mereka.
Massa Datangi DPRD, Polres, hingga Kantor Bupati
Aksi dimulai dari Kantor DPRD Karo di Jalan Veteran No. 43. Setelah menyampaikan orasi, massa bergerak menuju Polres Tanah Karo di Jalan Veteran No. 45 untuk meminta pengawalan.
Perjalanan kemudian dilanjutkan ke Kantor Bupati Karo di Jalan Jamin Ginting No. 17, Kabanjahe, sebagai lokasi terakhir untuk menyampaikan tuntutan kepada pemerintah daerah.
Namun, setibanya di Kantor Bupati Karo, para orang tua mengaku tidak ditawari untuk masuk ke dalam gedung. Mereka akhirnya bertahan di area teras kantor meski hujan deras mengguyur lokasi aksi.
Kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat massa. Para orang tua tetap berkumpul dan menyuarakan tuntutan agar pemerintah segera memberikan kepastian mengenai penanganan kasus keracunan MBG.
Desak Penetapan Status KLB
Tuntutan utama para orang tua adalah penetapan status Kejadian Luar Biasa (KLB) atas kasus keracunan MBG di Kabupaten Karo.
Menurut mereka, hingga aksi berlangsung, status KLB yang diminta belum juga direalisasikan oleh Pemkab Karo. Karena itu, mereka mendesak pemerintah segera memberikan kejelasan terkait langkah penanganan kasus tersebut.
Selain penetapan KLB, massa juga menuntut kompensasi serta pertanggungjawaban atas pemulihan kesehatan dan penanganan trauma yang dialami para siswa korban keracunan.
Bagi para orang tua, penanganan kasus tidak cukup hanya dengan memberikan penjelasan. Mereka juga menginginkan tanggung jawab yang jelas terhadap kondisi dan pemulihan anak-anak yang terdampak.
Orang Tua Tegaskan Akan Terus Mengawal Kasus
Hingga berita ini ditulis, tuntutan para orang tua korban belum mendapatkan jawaban pasti sebagaimana disampaikan dalam bahan informasi aksi tersebut.
Mereka menegaskan akan terus mengawal persoalan ini sampai ada kejelasan mengenai penetapan status KLB, kompensasi, dan tanggung jawab terhadap pemulihan para siswa.
Di tengah hujan deras di teras Kantor Bupati Karo, salah seorang orang tua korban menyuarakan tekad massa untuk tetap bertahan.
“Hujan bukan halangan. Kami tetap solid walau hujan. KLB dan kompensasi harus direalisasikan,” teriak salah seorang orang tua korban.
Aksi tersebut menjadi bentuk desakan masyarakat agar pemerintah daerah memberikan kepastian atas tuntutan keluarga siswa yang terdampak kasus keracunan MBG di Kabupaten Karo. (Debi A’a)














































