**BANDUNG BARAT – Tribun1.com**
Program revitalisasi SDN Sinarjaya yang berlokasi di RT 03/RW 15, Desa Batujajar Barat, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, terus menunjukkan perkembangan signifikan. Sekolah yang mendapatkan alokasi anggaran dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2026 sebesar **Rp1.411.504.714** tersebut kini memasuki tahap pengerjaan dengan progres fisik yang dilaporkan mencapai sekitar 70 persen.Kamis.15/10/2026.
Berdasarkan pantauan di lapangan, pelaksanaan pembangunan dan rehabilitasi sekolah ini memperlihatkan perubahan signifikan pada tampilan bangunan. Penataan dinding yang terlihat rapi, ornamen plafon yang memberikan kesan elegan, serta penggunaan keramik bernuansa natural pada bagian dinding luar menjadi sejumlah elemen yang memperkuat tampilan bangunan sekolah.
Revitalisasi tersebut mencakup **sembilan ruang kelas, satu ruang administrasi (ADM), serta rehabilitasi tiga fasilitas toilet**. Penataan berbagai bagian bangunan diarahkan untuk menghadirkan lingkungan sekolah yang lebih nyaman, tertata, dan mendukung kegiatan belajar mengajar.
## Tampilan Bangunan Lebih Elegan dan Fungsional
Pembenahan pada sejumlah bagian bangunan menjadi salah satu hal yang menarik perhatian dalam pelaksanaan revitalisasi SDN Sinarjaya. Pemasangan dinding yang tampak rapi, ornamen plafon yang memberikan kesan mewah, serta lapisan keramik bernuansa natural pada dinding luar menghadirkan tampilan sekolah yang lebih modern.
Kepala SDN Sinarjaya, Juarni M.Pd., menyampaikan bahwa gagasan penataan bangunan tersebut diarahkan agar fasilitas sekolah tidak hanya mengalami pembaruan secara fisik, tetapi juga memberikan kenyamanan bagi peserta didik dan para guru.
Menurutnya, lingkungan sekolah yang baik merupakan salah satu faktor pendukung dalam menciptakan suasana pembelajaran yang kondusif. Fasilitas yang memadai diharapkan dapat menunjang aktivitas belajar mengajar sekaligus mendorong peningkatan kualitas pendidikan.
Dengan pembenahan ruang kelas dan fasilitas pendukung lainnya, sekolah diharapkan mampu menghadirkan suasana belajar yang lebih menyenangkan sehingga peserta didik dapat mengembangkan potensi, kemampuan, dan prestasi mereka secara optimal.
## Kepala Sekolah Apresiasi Dukungan Pemerintah
Dalam keterangannya, Juarni ,mengungkapkan rasa syukur atas terlaksananya program revitalisasi yang didanai melalui APBN Tahun Anggaran 2026 tersebut.
Ia menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat, kementerian terkait, serta Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat yang telah mendukung dan memfasilitasi pelaksanaan program revitalisasi di sekolahnya.
“Dengan adanya pembangunan ini, kami berharap dapat memberikan kenyamanan bagi peserta didik maupun para guru. Dengan fasilitas yang memadai, mudah-mudahan bisa menciptakan anak didik yang lebih unggul dan berprestasi di masa depan,” ujar Juarni.
Ia berharap program revitalisasi tersebut dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi warga sekolah, terutama dalam meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan.
Menurutnya, pembenahan fasilitas sekolah merupakan bagian penting dari upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang layak dan mampu mendukung proses pembelajaran secara berkelanjutan.
## Pengelolaan Dilaksanakan Melalui P2SP Secara Swakelola
Selain menyoroti kualitas fisik bangunan, pelaksanaan revitalisasi SDN Sinarjaya juga disampaikan menggunakan mekanisme pengelolaan secara swakelola melalui pembentukan Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP).
Juarni ,menjelaskan bahwa pihak sekolah membentuk P2SP untuk mendukung pelaksanaan kegiatan pembangunan sesuai dengan mekanisme program revitalisasi yang berlaku.
Pelaksanaan secara swakelola menempatkan pengelolaan kegiatan pada pihak yang ditetapkan sesuai ketentuan program, dengan tanggung jawab yang mencakup pelaksanaan pekerjaan, pengawasan, administrasi, serta pelaporan kegiatan.
Dalam pelaksanaannya, pengelolaan anggaran dan pekerjaan perlu mengacu pada rencana anggaran biaya (RAB), spesifikasi teknis, serta ketentuan penggunaan dana yang telah ditetapkan. Dengan demikian, pelaksanaan pembangunan diharapkan dapat berjalan sesuai perencanaan, baik dari segi mutu, waktu, maupun pertanggungjawaban anggaran.
## Penggunaan APD dan Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan
Aspek keselamatan dan perlindungan pekerja juga menjadi perhatian dalam pelaksanaan revitalisasi sekolah tersebut.
Juarni,menyampaikan bahwa penggunaan alat pelindung diri (APD) oleh para pekerja diterapkan secara disiplin. Ia juga menjelaskan bahwa para pekerja telah didaftarkan dalam program BPJS Ketenagakerjaan sesuai ketentuan yang berlaku.
Penerapan APD dan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan merupakan bagian penting dalam pelaksanaan pekerjaan konstruksi. Langkah tersebut bertujuan mendukung keselamatan pekerja sekaligus memberikan perlindungan terhadap risiko kecelakaan kerja sesuai cakupan program yang diikuti.
Dalam pelaksanaan pembangunan yang menggunakan dana pemerintah, aspek keselamatan kerja perlu berjalan seiring dengan pemenuhan standar teknis, kualitas hasil pekerjaan, serta tertib administrasi.
## Revitalisasi Diharapkan Memberikan Manfaat Jangka Panjang
Dengan nilai anggaran lebih dari Rp1,4 miliar, revitalisasi SDN Sinarjaya menjadi bagian dari upaya peningkatan sarana dan prasarana pendidikan di Kabupaten Bandung Barat.
Pembangunan sembilan ruang kelas, satu ruang administrasi, dan rehabilitasi tiga fasilitas toilet diharapkan dapat meningkatkan kelayakan fasilitas sekolah sekaligus menunjang kebutuhan kegiatan belajar mengajar.
Capaian progres sekitar 70 persen yang terpantau di lapangan menunjukkan bahwa pekerjaan masih harus dilanjutkan hingga seluruh komponen selesai. Tahap penyelesaian berikutnya menjadi penting untuk memastikan setiap bagian bangunan memenuhi spesifikasi teknis, fungsi, serta standar keselamatan yang dipersyaratkan.
Masyarakat tentu berharap program revitalisasi tersebut tidak hanya menghasilkan bangunan dengan tampilan menarik, tetapi juga menghadirkan fasilitas yang kuat, aman, nyaman, dan dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.
Pada akhirnya, keberhasilan program revitalisasi sekolah tidak semata-mata diukur dari kemegahan tampilan bangunan. Kesesuaian hasil pekerjaan dengan RAB dan spesifikasi teknis, ketepatan penggunaan anggaran, keselamatan pekerja, serta manfaat nyata bagi peserta didik merupakan unsur penting yang perlu menjadi perhatian hingga pembangunan dinyatakan selesai dan dapat digunakan secara optimal.
**Tribun1.com –T.Komarudin**














































