Tribun1.com – KABANJAHE — Prestasi MIS Ad-Dakwah Kabanjahe kembali mencuri perhatian publik setelah tiga siswanya berhasil meraih juara dalam ajang Kejuaraan Daerah (Kejurda) Shokaido Sumatera Utara 2026. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata kualitas pembinaan atlet usia dini di daerah.
Prestasi MIS Ad-Dakwah Kabanjahe diraih dalam Kejurda Shokaido Sumut 2026 yang berlangsung pada 28–29 Maret 2026 di Padangsidimpuan. Ajang ini diikuti ratusan atlet karate dari berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Utara.
Kepala sekolah MIS Ad-Dakwah Kabanjahe, Sri Tuti Suwito, menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Ia menegaskan bahwa prestasi ini merupakan hasil dari latihan yang konsisten, disiplin, serta semangat juang para siswa.
“Alhamdulillah, Masya Allah, selamat kepada para pemenang Kejurda ke-V Shokaido Sumut di Padangsidimpuan. Prestasi ini adalah buah dari kerja keras, disiplin, dan semangat juang. Semoga menjadi motivasi untuk terus berkembang,” ujarnya, Senin (30/03/2026).
Adapun prestasi MIS Ad-Dakwah Kabanjahe diraih oleh tiga atlet muda dengan rincian:
Restu Afrilian, Juara 1 Kumite Pra Pemula -35 Kg Putra
Fathan Alfarizki Batubara, Juara 1 Kumite Pra Pemula +35 Kg Putra
Fahdiyan Rizki Bancin, Juara 2 Kumite Usia Dini +30 Kg Putra
Kejurda Shokaido Sumut 2026 diikuti 373 atlet dari 9 daerah, yakni Padangsidimpuan, Tapanuli Selatan, Padang Lawas Utara, Sibolga, Karo, Medan, Deli Serdang, Serdang Bedagai, dan Binjai. Para peserta bersaing memperebutkan piala bergilir Ketua Shokaido Sumut, Darma Putra Rangkuti.
Selain sebagai ajang kompetisi, Kejurda Shokaido Sumut 2026 juga menjadi bagian penting dalam persiapan menuju Kejuaraan Nasional Shokaido Indonesia yang akan digelar pada 9–12 April 2026 di Lampung.
Dalam klasemen akhir, kontingen Karo berhasil meraih Juara Umum II dengan 5 emas, 6 perak, dan 6 perunggu. Sementara Juara Umum I diraih Medan dengan 7 emas, 2 perak, dan 2 perunggu. Posisi Juara Umum III ditempati Tapanuli Selatan dengan 4 emas, 1 perak, dan 8 perunggu.
Prestasi MIS Ad-Dakwah Kabanjahe menjadi bukti bahwa pembinaan atlet sejak usia dini di daerah berjalan efektif dan menghasilkan prestasi nyata. Keberhasilan ini diharapkan dapat memotivasi generasi muda lainnya untuk terus berprestasi, khususnya di cabang olahraga karate.(Debi)








































