Tribun1.com -BANDUNG BARAT — Program revitalisasi SD Negeri Girimukti, Desa Mandalmukti, Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat, mulai mengubah wajah fasilitas pendidikan di sekolah tersebut.
Dibiayai melalui APBN Tahun Anggaran 2026 sebesar Rp1.222.016.259, pembangunan saat ini telah memasuki progres sekitar 30 persen. Pekerjaan dilaksanakan secara swakelola melalui Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP).
Revitalisasi mencakup pembangunan rehab ruang kelas ,rehabilitasi sejumlah ruang yang menjadi sasaran program, hingga pembangunan atau perbaikan fasilitas toilet sekolah.
Pantauan di lokasi memperlihatkan aktivitas konstruksi masih berlangsung. Sejumlah bagian bangunan mulai terbentuk, termasuk pekerjaan rangka atap yang menggunakan material baja ringan. Tahapan pekerjaan lainnya juga terus dikerjakan secara bertahap.
P2SP Menjadi Penggerak Pelaksanaan
Pelaksanaan revitalisasi dilakukan dengan mekanisme swakelola melalui P2SP yang dibentuk untuk mendukung pengelolaan pembangunan di lingkungan satuan pendidikan.
Pihak sekolah menyatakan pelaksanaan pekerjaan mengacu pada Rencana Anggaran Biaya (RAB) serta spesifikasi teknis yang telah ditetapkan dalam program.
Kepala SDN Girimukti, Mudrikah, S.Pd.I., mengapresiasi dukungan pemerintah terhadap peningkatan sarana dan prasarana sekolah.
«“Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah yang telah menyalurkan bantuan revitalisasi ini. Bantuan tersebut sangat berarti bagi sekolah, khususnya dalam menunjang sarana dan prasarana pendidikan,” ujar Mudrikah.»
Ia mengatakan pihak sekolah bersama P2SP berupaya menjalankan pekerjaan sesuai ketentuan yang telah ditetapkan.
«“Dalam tata kelola pelaksanaan, kami membentuk P2SP sesuai instruksi pemerintah. Untuk pelaksanaan pembangunan, kami mengikuti spesifikasi yang sudah dituangkan dalam RAB,” jelasnya.»
Keselamatan Kerja Jadi Perhatian
Di tengah pekerjaan konstruksi yang terus berjalan, aspek keselamatan pekerja juga menjadi perhatian pihak sekolah.
Menurut Mudrikah, pekerja diingatkan untuk memperhatikan keselamatan kerja, termasuk penggunaan alat pelindung diri (APD) sesuai dengan jenis pekerjaan dan kondisi di lapangan.
«“Kami selalu mengingatkan pekerja agar mematuhi aturan keselamatan kerja dan menggunakan APD. Untuk JKK dan BPJS Ketenagakerjaan, para pekerja juga sudah kami daftarkan,” katanya.»
Perhatian terhadap aspek keselamatan menjadi penting karena sejumlah pekerjaan konstruksi dilakukan pada bagian bangunan dan struktur atap yang memiliki potensi risiko, terutama pekerjaan pada ketinggian.
Revitalisasi Diharapkan Berdampak pada Kegiatan Belajar
Bagi sekolah, revitalisasi bukan sekadar membangun atau memperbaiki gedung. Ketersediaan ruang belajar dan fasilitas yang lebih layak diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan siswa maupun tenaga pendidik dalam menjalankan kegiatan belajar mengajar.
Mudrikah berharap dukungan pemerintah melalui program revitalisasi tersebut dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi peserta didik.
«“Kami berharap dengan adanya fasilitas yang menunjang kegiatan belajar, dapat menciptakan generasi anak bangsa yang unggul dan berkualitas di masa depan,” tuturnya.»
Ia menilai keberadaan sarana pendidikan yang memadai merupakan salah satu bagian penting dalam mendukung proses pembelajaran di sekolah.
Pembangunan Berjalan, Kebutuhan Mebeler Menanti
Di sisi lain, kebutuhan sekolah belum sepenuhnya selesai meski pembangunan fisik tengah berlangsung.
Setelah fasilitas bangunan selesai, sekolah masih membutuhkan berbagai sarana pendukung, terutama mebeler berupa meja dan kursi siswa serta perlengkapan lainnya untuk menunjang kegiatan belajar mengajar.
«“Selain bantuan pembangunan, ke depannya kami dari pihak sekolah masih membutuhkan fasilitas mebeler untuk menunjang kegiatan belajar mengajar,” pungkas Mudrikah.»
Dengan progres pembangunan yang telah mencapai sekitar 30 persen, pihak sekolah berharap seluruh tahapan revitalisasi dapat diselesaikan sesuai rencana dan ketentuan program.
Jika pembangunan rampung, fasilitas baru tersebut diharapkan tidak hanya memperbaiki kondisi fisik SDN Girimukti, tetapi juga memberikan lingkungan belajar yang lebih nyaman bagi siswa dan tenaga pendidik.”Tribun1.com”














































