PT. Kencana Hijau Binalestari Diberi Peringatan Keras oleh Gubernur Aceh, Tiga Pelanggaran Diungkap

TRIBUN1

- Author

Senin, 23 Juni 2025 - 20:36 WIB

50244 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banda Aceh – Pemerintah Aceh melalui Gubernur Muzakir Manaf memberikan peringatan keras kepada PT. Kencana Hijau Binalestari atas temuan pelanggaran terhadap ketentuan pengelolaan lingkungan hidup. Perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan getah pinus ini diwajibkan segera melakukan perbaikan dalam waktu 30 hari sejak diterimanya surat teguran.

Surat bernomor 500.4/4737 dan bersifat “Segera” tersebut diterbitkan setelah dilakukan dua kali verifikasi lapangan terhadap kegiatan usaha PT. Kencana Hijau Binalestari di Gayo Lues. Tim verifikasi yang terdiri dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Aceh, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Aceh, serta Biro Hukum Sekretariat Daerah Aceh menemukan tiga jenis pelanggaran yang dianggap penting dan harus segera diperbaiki.

Adapun ketiga pelanggaran yang dimaksud dalam surat Gubernur tersebut yaitu:

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

  1. Cerobong Emisi Boiler Tidak Sesuai Ketentuan
    Cerobong emisi yang digunakan pada unit boiler pabrik tidak sesuai dengan standar teknis yang ditentukan. Hal ini berpotensi menimbulkan pencemaran udara dan membahayakan lingkungan di sekitar kawasan operasional.

  2. Kewajiban LKPM Belum Dilaksanakan
    PT. Kencana Hijau Binalestari belum menyampaikan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) sebagaimana diwajibkan dalam peraturan perundang-undangan terkait penanaman modal. Ketidakpatuhan ini mencerminkan kelalaian administratif yang serius.

  3. Duplikasi Klasifikasi KBLI
    Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) yang tercantum dalam sistem perusahaan masih ganda dan belum dilakukan pembaruan atau penghapusan sebagaimana mestinya. Hal ini menimbulkan ketidaksesuaian antara izin usaha dan praktik lapangan.

Gubernur Aceh dalam surat tersebut dengan tegas meminta agar perusahaan segera menindaklanjuti temuan tersebut secara tertulis dan teknis. Dalam hal tidak dilakukan tindakan korektif dalam jangka waktu 30 hari, Pemerintah Aceh dapat mengambil langkah lanjutan sesuai ketentuan hukum yang berlaku, termasuk kemungkinan penerapan sanksi administratif.

“Saudara diwajibkan segera melakukan tindakan pemenuhan kewajiban terhadap ketentuan teknis yang berlaku,” demikian bunyi perintah tertulis dalam surat tersebut.

Sebagai bagian dari proses pengawasan dan koordinasi antar lembaga, surat Gubernur itu juga ditembuskan kepada Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH Republik Indonesia, Bupati Gayo Lues, Kepala DLHK Aceh, dan Kepala DPMPTSP Aceh.

Langkah ini menunjukkan bahwa Pemerintah Aceh tidak mentolerir bentuk pelanggaran terhadap lingkungan, terutama yang dilakukan oleh perusahaan yang beroperasi di kawasan yang memiliki nilai ekologi tinggi seperti Gayo Lues.

PT. Kencana Hijau Binalestari sendiri dikenal sebagai perusahaan yang memanfaatkan sumber daya hutan bukan kayu, dengan produk utama berupa getah pinus. Kegiatan usaha perusahaan ini berada di wilayah yang dekat dengan kawasan hutan lindung dan pemukiman masyarakat, sehingga kewajiban pengelolaan lingkungan menjadi sangat penting dan tidak dapat diabaikan.

Sampai saat ini, belum ada keterangan resmi dari perusahaan mengenai langkah tindak lanjut atas surat teguran tersebut. Pemerintah daerah dan instansi terkait diharapkan turut melakukan pengawasan untuk memastikan teguran yang dikeluarkan benar-benar ditindaklanjuti sesuai batas waktu yang telah ditetapkan.

Pemerintah Aceh menegaskan komitmennya dalam menegakkan aturan lingkungan hidup dan memastikan bahwa investasi yang masuk ke daerah harus selaras dengan prinsip keberlanjutan dan kepatuhan terhadap hukum yang berlaku.

Berita Terkait

Rehab MCK, Sasaran Tambahan TMMD ke-130 Kodim 0113/Gayo Lues Berlanjut
TMMD ke-130 Kodim 0113/Gayo Lues Kebut Pembangunan Jalan Huntara
Program TMMD, Jalan Utama Menuju Huntara Kampung Pepelah Dibuka
Polisi Sita 17 Paket Sabu di Blangkejeren, Seorang Pria Diamankan
TMMD ke-130 Kodim 0113/Gayo Lues Resmi Dibuka, Satgas Bersama Warga Mulai Pengerjaan Jalan dan Pembangunan Rumah Tidak Layak Huni di Desa Pepelah
TMMD ke-130 Kodim 0113/Gayo Lues Mulai Buka Jalan Sepanjang 3.500 Meter dan Bangun RTLH di Desa Pepelah dengan Semangat Gotong Royong
Pembukaan TMMD ke-130 TA 2026, Kodim 0113/Gayo Lues Salurkan Bantuan Sembako kepada Warakawuri dan Masyarakat Kurang Mampu
Uang Gadai dan Biaya Perbaikan Raib, Ardian Tuduh Leasing & Pemilik Mobil Main Mata di Gayo Lues

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:09 WIB

Kandidat Bakal Calon Kades Kutambaru Bencawan Kecewa, Persoalan Domisili Muncul Jelang Penetapan

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 19:02 WIB

Situasi Genting di Lawe Alas: Jebolnya Tanggul Sungai dan Aktifitas Tambang Galian C Dinilai Melanggar Undang-Undang

Selasa, 29 September 2026 - 20:49 WIB

Bantuan Pemda Aceh Rp 323,5 Juta, Untuk Kebakaran Agara. Diduga Meguap Kemana sekitar Rp 240 Juta.

Senin, 20 Juli 2026 - 00:30 WIB

Dugaan Penyimpangan Pengelolaan Dana BOS dan PIP di SDN 2 Biak Muli Minta Diusut Hingga Tuntas

Senin, 6 Juli 2026 - 13:53 WIB

Grasstrack Kapolres Agara Sukses Digelar, Semangat Bhayangkara dan Prestasi Berpacu di Sirkuit IMI Aceh Tenggara

Sabtu, 23 Mei 2026 - 18:22 WIB

BPJN Aceh 3.5 Bersihkan Ruas Jalan Nasional Terdampak Banjir di Desa Kuning dan Lawe Tua Persatuan

Kamis, 7 Mei 2026 - 06:59 WIB

Truk Diduga Angkut Gondorukem Terjun ke Jurang di Agara, Nopol Ditutup, Lokasi Dijaga Ketat

Kamis, 23 April 2026 - 02:45 WIB

Politik Kotor Mengendap di Spanduk: Saat Wajah Demokrasi Aceh Dicoreng Oknum Tak Bertanggung Jawab

Berita Terbaru