Penilaian Bermakna Ubah Pembelajaran IPA di SMPN Satu Atap 4 Barusjahe, 88 Persen Siswa Capai Target Belajar

DEBI APRIANTO

- Author

Senin, 13 Juli 2026 - 18:00 WIB

50281 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tribun1.com – KARO – BARUSJAHE – Penilaian Bermakna menjadi pendekatan yang membawa perubahan dalam proses pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di SMP Negeri Satu Atap 4 Barusjahe. Guru mata pelajaran IPA, Jesika Esterina Br Ginting, S.Pd, menerapkan penilaian yang tidak hanya berorientasi pada nilai akhir, tetapi juga pada proses memahami kebutuhan belajar setiap peserta didik agar mampu mengikuti pembelajaran secara lebih mendalam.

Berawal dari refleksi saat memeriksa hasil belajar peserta didik, Jesika menemukan bahwa terdapat siswa yang selalu hadir, aktif mengikuti pembelajaran, dan berusaha menyelesaikan tugas, namun nilai yang diperoleh belum sesuai harapan. Pengalaman tersebut memunculkan pertanyaan mendasar, apakah nilai yang diberikan benar-benar telah mencerminkan kemampuan peserta didik secara utuh.

Refleksi itu kemudian mengubah cara pandangnya terhadap proses penilaian. Baginya, penilaian bukan lagi sekadar memberikan angka, melainkan menjadi sarana untuk mengenali kemampuan awal, memahami karakter belajar peserta didik, sekaligus menentukan strategi pembelajaran yang lebih tepat.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di SMP Negeri Satu Atap 4 Barusjahe, sebagian besar orang tua peserta didik bekerja sebagai petani. Kondisi tersebut membuat pengalaman belajar setiap anak berbeda karena tidak semua memperoleh pendampingan belajar yang sama di rumah.

Pada kelas VIII yang diampunya terdapat 23 peserta didik dengan kemampuan yang beragam. Berdasarkan hasil pengamatan selama proses pembelajaran, hanya sekitar tiga peserta didik yang mampu memahami materi dengan cepat, sedangkan sebagian besar lainnya memerlukan waktu lebih panjang untuk memahami konsep-konsep IPA.

Jesika menilai perbedaan tersebut bukan sebagai kelemahan peserta didik, melainkan sebagai dasar untuk menyusun pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Ia juga melihat kemampuan literasi dasar menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pemahaman siswa terhadap materi IPA.

Penilaian Diagnostik Jadi Dasar Pembelajaran

Sebelum memulai materi Sistem Peredaran Darah Manusia, Jesika tidak langsung memberikan penjelasan. Ia terlebih dahulu melakukan penilaian diagnostik melalui pendekatan kontekstual.

Peserta didik diminta meletakkan tangan di dada sebelah kiri untuk merasakan detak jantung, kemudian menjawab pertanyaan mengenai organ yang berdetak, alasan jantung terus bekerja, serta dampaknya apabila organ tersebut berhenti berfungsi.

Dari kegiatan tersebut diketahui sekitar 80 persen peserta didik telah mengenali jantung sebagai organ yang berdetak dan memahami bahwa detaknya berlangsung tanpa dikendalikan secara sadar. Namun sebagian besar masih belum memahami fungsi jantung sebagai pusat sistem peredaran darah.

Hasil tersebut kemudian dijadikan dasar dalam menyusun pembelajaran selanjutnya sehingga materi diberikan sesuai kebutuhan peserta didik.

Konsep IPA Dikaitkan dengan Kehidupan Nyata

Untuk mempermudah pemahaman materi yang bersifat abstrak, pembelajaran dilakukan menggunakan video animasi tiga dimensi mengenai cara kerja jantung.

Selain itu, Jesika menerapkan metode storytelling dengan mengibaratkan sistem peredaran darah sebagai sistem transportasi. Darah dianalogikan sebagai kendaraan yang mengantarkan berbagai kebutuhan tubuh, sedangkan jantung berfungsi sebagai pusat penggeraknya.

Pendekatan tersebut membuat peserta didik lebih mudah memahami hubungan antarorgan dalam tubuh manusia, sehingga pembelajaran tidak lagi sekadar menghafal nama organ, tetapi memahami bagaimana sistem tersebut bekerja.

Role Play Bangun Keaktifan Peserta Didik

Pembelajaran semakin menarik melalui kegiatan role play. Peserta didik dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk memerankan berbagai bagian sistem peredaran darah, mulai dari jantung, pembuluh darah hingga sel darah.

Guru juga membuat jalur peredaran darah di lantai kelas sebagai media simulasi. Melalui jalur tersebut, peserta didik mengikuti perjalanan darah sesuai peran yang mereka jalankan.

Awalnya beberapa peserta didik masih terlihat ragu. Namun setelah memahami alur simulasi, suasana kelas berubah menjadi lebih aktif. Mereka saling berdiskusi, berlatih, dan berusaha menjalankan peran masing-masing dengan baik.

Salah satu peserta didik bernama Getsemani menunjukkan antusiasme tinggi. Ia menghafal lagu yang digunakan dalam simulasi, memahami jalur perjalanan darah, dan mampu menjalankan perannya dengan baik.

Menurut Jesika, keterlibatan langsung peserta didik dalam simulasi membuat mereka tidak hanya menerima informasi, tetapi benar-benar mengalami proses belajar.

Penilaian Dilakukan Selama Pembelajaran

Dalam praktik Penilaian Bermakna, proses asesmen dilakukan sepanjang kegiatan belajar berlangsung, bukan hanya pada akhir pembelajaran.

Penilaian dilakukan melalui pertanyaan lisan, pengamatan aktivitas kelompok, rubrik pemahaman konsep, kreativitas, kemampuan menjelaskan materi, serta kuis interaktif menggunakan aplikasi Quizizz.

Melalui berbagai bentuk asesmen tersebut, guru memperoleh gambaran kemampuan peserta didik secara lebih menyeluruh. Tidak semua peserta didik menunjukkan kemampuan terbaiknya melalui tes tertulis. Sebagian lebih mampu menjelaskan konsep melalui diskusi maupun simulasi.

Hasil pembelajaran menunjukkan 88 persen peserta didik berhasil mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.

Namun bagi Jesika, angka tersebut bukan satu-satunya ukuran keberhasilan. Perubahan sikap belajar peserta didik yang menjadi lebih aktif, percaya diri, serta mampu memahami konsep secara lebih baik menjadi hasil yang jauh lebih bermakna.

AI Dimanfaatkan Sebagai Pendukung

Dalam mempersiapkan pembelajaran, Jesika juga memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk membantu mengevaluasi kualitas pertanyaan dan menyusun variasi asesmen.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa teknologi hanyalah alat bantu. Menurutnya, keberhasilan pembelajaran tetap bergantung pada kepekaan guru dalam memahami karakter, kebutuhan, dan perkembangan setiap peserta didik.

Penilaian Bermakna Dimulai dari Perubahan Cara Pandang Guru

Pengalaman tersebut membuat Jesika menyadari bahwa tantangan utama pendidikan bukan hanya membuat peserta didik memahami materi, tetapi memastikan setiap anak memperoleh kesempatan berkembang sesuai potensinya.

Ia meyakini penilaian bermakna dapat diterapkan melalui langkah sederhana, seperti mengajukan pertanyaan yang tepat, mendengarkan jawaban peserta didik, mengamati proses belajar mereka, serta menggunakan hasil pengamatan tersebut untuk memperbaiki pembelajaran berikutnya.

Bagi Jesika, pembelajaran mendalam bukan sekadar pendekatan mengajar, melainkan cara berpikir bahwa setiap peserta didik memiliki potensi yang dapat berkembang apabila guru mampu memahami dan mendampinginya dengan tepat.

Dari ruang kelas SMP Negeri Satu Atap 4 Barusjahe, praktik tersebut menjadi bukti bahwa pendidikan yang adil dapat dimulai dari kesediaan guru memahami peserta didik sebelum memberikan penilaian. Dengan demikian, keberhasilan pembelajaran tidak hanya diukur dari nilai di atas kertas, tetapi juga dari tumbuhnya pengetahuan, keterampilan, dan rasa percaya diri setiap peserta didik.

Penulis Praktik Baik: Jesika Esterina Br Ginting, S.Pd

Instansi: SMP Negeri Satu Atap 4 Barusjahe

Berita Terkait

LBH Garuda Kencana dan Lapas Kelas IIA Labuhan Ruku Resmi Jalin Kerja Sama Bantuan Hukum Gratis Bagi Warga Binaan
Semarak Maulid Nabi dan Milangkala Desa Tanimulya, Pererat Silaturahmi Pemerintah Desa dengan Masyarakat
Perang Melawan Narkoba Makin Panas, 403 Kasus Diungkap Polresta Deli Serdang Januari–Agustus 2026
Terobos jalan dan irigasi 16 bangunan di Padalarang di Bongkar Satpol PP dan PUPR
Police Go To School SMKN 1 Air Putih
Polres Batu Bara Amankan Ibadah Minggu di Sejumlah Gereja, Pastikan Berjalan Aman dan Kondusif
Patroli Rutin Roda-4 Sat Samapta Polres Batu Bara Sisir Perumnas & Simpang Dolok, Cegah 3C & Kejahatan Jalanan
PENTAS KARYAWAN PT. ULTRAJAYA Milk Industry & Trading Company MERIAHKAN PERINGATAN HUT RI KE 81

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 16:43 WIB

LBH Garuda Kencana dan Lapas Kelas IIA Labuhan Ruku Resmi Jalin Kerja Sama Bantuan Hukum Gratis Bagi Warga Binaan

Senin, 31 Agustus 2026 - 15:07 WIB

Semarak Maulid Nabi dan Milangkala Desa Tanimulya, Pererat Silaturahmi Pemerintah Desa dengan Masyarakat

Senin, 31 Agustus 2026 - 12:58 WIB

Perang Melawan Narkoba Makin Panas, 403 Kasus Diungkap Polresta Deli Serdang Januari–Agustus 2026

Senin, 31 Agustus 2026 - 12:45 WIB

Terobos jalan dan irigasi 16 bangunan di Padalarang di Bongkar Satpol PP dan PUPR

Senin, 31 Agustus 2026 - 11:48 WIB

Police Go To School SMKN 1 Air Putih

Minggu, 30 Agustus 2026 - 16:13 WIB

Patroli Rutin Roda-4 Sat Samapta Polres Batu Bara Sisir Perumnas & Simpang Dolok, Cegah 3C & Kejahatan Jalanan

Minggu, 30 Agustus 2026 - 14:09 WIB

PENTAS KARYAWAN PT. ULTRAJAYA Milk Industry & Trading Company MERIAHKAN PERINGATAN HUT RI KE 81

Minggu, 30 Agustus 2026 - 12:58 WIB

Sat Lantas Pematangsiantar Amankan Car Free Day Marpesta QRIS Bank Indonesia di Lapangan H. Adam Malik, Kegiatan Berjalan Aman & Baik  

Berita Terbaru

Daerah

Police Go To School SMKN 1 Air Putih

Senin, 31 Agu 2026 - 11:48 WIB