Insentif RW dan RT Kabupaten Cianjur Dinilai Lebih Layak, Lampaui Bandung Barat
Cianjur – tribun1.com // Realisasi penerimaan gaji insentif bagi aparatur Rukun Warga (RW) dan Rukun Tetangga (RT) di Kabupaten Cianjur dinilai cukup manusiawi dan profesional. Setiap ketua RW dan RT di wilayah tersebut menerima insentif sebesar Rp500.000 per bulan, yang disalurkan langsung melalui rekening Bank BJB masing-masing.
Besaran insentif yang diterima secara merata tersebut dianggap menjadi bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap peran penting aparatur kewilayahan sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat di tingkat paling bawah.
Tim media tribun 1 .com melakukan konfirmasi kepada salah satu ketua RW dan RT di Desa Sukaratu, Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur. Ketua RW 10, Asep Zahra, bersama Ketua RT 01, Ohar, menyampaikan rasa terima kasih kepada Bupati Cianjur atas kebijakan pemberian insentif tersebut.
Menurut mereka, insentif yang layak sangat membantu dan menjadi motivasi bagi para pengurus RW dan RT untuk terus meningkatkan kinerja dalam melayani masyarakat.
“Dengan adanya insentif yang diberikan secara rutin setiap bulan, kami merasa lebih dihargai. Hal ini tentu memotivasi kami untuk bekerja lebih baik lagi dalam membantu masyarakat dan mendukung program pemerintah,” ujar mereka.
Deden Somantri ketua RW 01 kohar ketua RT 01 RW 10 desa Sukaratu kec Bojong picung kab cianjur insentip RW dan RT tahun 2025 sama rata RW dan RT RP 500 per bulan di tahun 2026 ada kenaikan lagi jadi 600 per bulan
Sementara itu, kondisi berbeda disebutkan terjadi di wilayah Kabupaten Bandung Barat. Berdasarkan informasi yang beredar, insentif yang diterima oleh aparatur RW di daerah tersebut hanya sekitar Rp100.000 per bulan, jumlah yang dinilai masih jauh dari kata layak.
Padahal, RW dan RT merupakan garda terdepan dalam struktur pemerintahan desa yang memiliki peran penting dalam menjalankan berbagai program pemerintah serta menjadi penghubung langsung dengan masyarakat.
Melihat kondisi tersebut, diharapkan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat dapat segera melakukan evaluasi serta meningkatkan kelayakan insentif bagi para ketua RW dan RT. Harapannya, perhatian yang lebih baik terhadap aparatur kewilayahan dapat meningkatkan semangat kerja dan pelayanan kepada masyarakat di tingkat paling bawah.
Pawarta:komarudin.








































