PALOPO – TRIBUN1.COM | Kota Palopo bersiap menjadi panggung lahirnya talenta-talenta baru di dunia seni tari. Melalui Program Pendayagunaan Ruang Publik, Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia resmi menginisiasi rangkaian workshop dan festival tari berskala besar. Program strategis ini lahir dari usulan maestro seni kebanggaan lokal, Djumrana, SE, yang memandang pentingnya regenerasi penggiat seni di tanah Luwu.
(17/4/2026)
Kegiatan ambisius ini dijadwalkan berlangsung maraton mulai 6 April hingga 16 Mei 2026. Tidak sekadar kompetisi, rangkaian acara dirancang secara komprehensif yang meliputi tahap workshop intensif, pendampingan karya secara privat, hingga puncaknya adalah festival tari sebagai ajang unjuk gigi bagi para peserta.
Fokus utama dari inisiatif ini adalah penciptaan koreografer muda yang memiliki kedalaman estetika dan kematangan konsep. Dari seluruh pendaftar, akan disaring 20 koreografer berbakat yang berhak mengikuti seluruh rangkaian pembinaan. Proses kurasi ketat ini dilakukan untuk memastikan bahwa kualitas karya yang dihasilkan nantinya mampu bersaing di kancah nasional.
Tahapan seleksi tidak berhenti di sana. Dari 20 peserta terpilih, tim kurator akan memeras kembali menjadi 10 koreografer terbaik yang dinilai memiliki visi artistik paling kuat.
Puncaknya, penyelenggara akan menetapkan peraih gelar Koreografer Terbaik 1, 2, dan 3 sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kreativitas mereka selama masa inkubasi.
Tujuan besar di balik program ini adalah memperkuat ekosistem kesenian di Kota Palopo. Pemerintah berharap, pasca-kegiatan ini, Palopo tidak lagi kekurangan stok koreografer andalan yang mampu menerjemahkan kekayaan budaya lokal ke dalam gerak kontemporer maupun tradisional yang relevan dengan perkembangan zaman.
Guna memastikan keterwakilan talenta muda, Djumrana, SE bersama tim produksi saat ini tengah gencar melakukan jemput bola. Mereka melakukan gerilya seni dengan mengunjungi 20 sekolah tingkat SMP, SMA, dan SMK di seluruh penjuru kota untuk menjaring bibit-bibit potensial yang memiliki minat besar dalam seni pertunjukan.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap sekolah memiliki kesempatan yang sama untuk mengirimkan perwakilannya. Ini adalah investasi jangka panjang bagi wajah kebudayaan Palopo di masa depan,” ujar Djumrana di sela-sela kunjungannya ke sekolah-sekolah.
Kehadiran program ini diharapkan mampu memberikan ruang ekspresi yang sehat sekaligus profesional bagi generasi di Palopo.
( Syafri Havid )








































