Pembangunan Pelabuhan KITA Masuki Tahap Konsultasi Publik Amdal, Dialog Strategis Digelar Sentra Mangurangi

ADI DG SILELE

- Author

Sabtu, 18 April 2026 - 18:38 WIB

5033 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TAKALAR – TRIBUN1.COM | Rencana pembangunan Pelabuhan Umum Kawasan Industri Takalar (KITA) kini memasuki babak baru melalui pelaksanaan Konsultasi Publik Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal). Kegiatan yang berlangsung di Sentra Pangurangi, Desa Pattopakang, Kecamatan Laikang, Sabtu (18/4/2026) ini, menjadi wadah krusial bagi pemerintah, pengembang, dan warga lokal untuk berdialog mengenai arah pembangunan ke depan.

 

Kegiatan strategis ini dihadiri oleh jajaran petinggi daerah dan pengembang, di antaranya Direktur PT Tiran Jimmy, pakar lingkungan Prof. Aymal B. Demmalino, serta perwakilan Bupati Takalar yang dihadiri Kepala Dinas PUPR Budi Rosal. Turut hadir Kepala Dinas LHP Syafaruddin Lallo, Kadis Perhubungan Sirajuddin Saraba, Camat Laikang Marwan Taba, anggota DPRD Ibrahim Bakri, serta sejumlah tokoh masyarakat setempat yang antusias mengikuti jalannya diskusi.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Dalam sambutannya, Direktur PT Tiran, Jimmy, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas terselenggaranya forum ini sebagai bentuk transparansi proyek. Ia menegaskan bahwa pembangunan kawasan industri nasional di Takalar adalah langkah besar yang telah terencana secara matang, di mana PT KITA berkomitmen menyiapkan lahan yang terintegrasi guna mendukung percepatan ekonomi di wilayah tersebut.

 

Jimmy menjelaskan bahwa proyek ini mencakup dua dimensi penting yang saling berkaitan, yakni pengembangan wilayah daratan dan pengelolaan area lautan. Fokus utama dari konsultasi publik ini adalah mencari titik temu dan solusi terbaik sehingga setiap tahapan pembangunan tetap menghargai aspek lingkungan serta kepentingan semua pemangku kepentingan yang terlibat.

 

Lebih lanjut, pihak pengembang meyakini bahwa kehadiran kawasan industri ini akan membawa dampak ekonomi yang signifikan, khususnya bagi masyarakat di sekitar lokasi proyek. Melalui diskusi yang terbuka, diharapkan pembangunan Pelabuhan KITA dapat berjalan lancar dan mampu menciptakan multiplier effect yang positif serta berkelanjutan bagi kesejahteraan warga Kabupaten Takalar.

 

Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Takalar melalui Kepala Dinas PUPR, Budi Rosal, menegaskan bahwa kawasan ini telah ditetapkan sebagai bagian dari Kawasan Strategis Nasional (KSN). Budi juga menyampaikan permohonan maaf serta salam hangat dari Bupati Takalar yang belum sempat hadir secara langsung karena tengah menjalankan tugas kedinasan di luar negeri.

 

Pemerintah daerah melihat adanya potensi sinergi yang besar antara industri dan kearifan lokal. Mengingat Kecamatan Laikang selama ini dikenal sebagai sentra penghasil rumput laut, proyek pelabuhan ini diharapkan tidak menggerus potensi tersebut, melainkan justru menjadi motor penggerak untuk meningkatkan ekonomi kerakyatan melalui akses distribusi yang lebih modern dan efisien.

 

Dari sudut pandang teknis, Prof. Aymal B. Demmalino memaparkan rincian mengenai dokumen Amdal yang tengah disusun secara komprehensif. Ia mengajak masyarakat untuk proaktif memberikan masukan, terutama terkait rencana reklamasi yang membutuhkan material timbunan dalam jumlah besar, agar potensi dampak lingkungan dapat dimitigasi sejak dini.

 

Sebagai langkah konkret meminimalisir gangguan sosial, Prof. Aymal mengusulkan pengaturan distribusi material dilakukan pada waktu-waktu tertentu, seperti malam hari. Hal ini dimaksudkan agar mobilitas kendaraan proyek tidak mengganggu aktivitas harian masyarakat di sepanjang jalur lintasan, sekaligus memastikan proyek tetap berjalan sesuai target dengan tetap menjaga harmoni di tengah lingkungan warga.

Berita Terkait

Jaga Stabilitas Harga dan Ketahanan Pangan, BULOG Jabar Salurkan 99 Ribu Ton Beras Bantuan untuk Lebih dari 6 Juta Keluarga Penerima Manfaat
AKPERSI Buka Suara: FGD Pendidikan Bukan Proyek Berbayar, Semua Partisipasi Sukarela
Tanam Jagung Tumpang Sari 0,5 Ha di Koto Damai, Polsek Kampar Kiri Hilir Dukung Petani Lokal
Keluarga Tahanan Fanny Ismail Terima Kematian Dengan Ikhlas, Lapas Labuhan Ruku Bantah Pemberitaan Negatif
Dukung Kemandirian Warga Binaan, Ketua TP PKK Kabupaten Batu Bara Serahkan Alat Tenun di Lapas Labuhan Ruku
DPP GENERASI NUSANTARA PENGABDI MASYARAKAT (GNPM)
Lapas Kelas IIA Labuhan Ruku Klarifikasi Pemberitaan Sepihak – Tidak Ada Bukti Aktivitas Terlarang, Tes Urine Negatif
Lapas Kelas I Medan Hadirkan Layanan Administrasi Kependudukan bagi 604 WBP, Wujud Nyata Pelayanan Prima HBP ke-62

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 14:05 WIB

Lapas Labuhan Ruku Jalin Kerja Sama dengan Universitas Royal Kisaran, Buka Akses Pendidikan Tinggi Bagi Petugas dan WBP

Jumat, 19 Juni 2026 - 13:49 WIB

Lapas Labuhan Ruku Bersama Kanwil Ditjenpas Sumut Gelar Razia Insidentil, Area Hunian Bebas Halinar dan WBP Semua Negatif Narkoba

Jumat, 19 Juni 2026 - 12:36 WIB

Jaga Stabilitas Harga dan Ketahanan Pangan, BULOG Jabar Salurkan 99 Ribu Ton Beras Bantuan untuk Lebih dari 6 Juta Keluarga Penerima Manfaat

Kamis, 4 Juni 2026 - 21:58 WIB

Media Mitra Lapas Labuhan Ruku sampaikan hak jawab, Rahmat Hidayat minta Menteri tidak mudah percaya laporan dugaan tanpa bukti

Rabu, 3 Juni 2026 - 20:49 WIB

Klarifikasi Tegas! Lia Hambali Bantah Terlibat Dugaan Pungutan di Air Panas Tanah Karo

Selasa, 2 Juni 2026 - 21:44 WIB

3 Tokoh Masyarakat Tanjungbalai Soroti Plang Batas Muatan 8 Ton yang Disalahgunakan, Jembatan Diduga Retak

Selasa, 2 Juni 2026 - 07:39 WIB

Patroli Blue Light Dilaksanakan di Wilayah Polres Batu Bara, Antisipasi Gangguan Kamseltibcarlantas

Senin, 1 Juni 2026 - 21:45 WIB

Narkoba Hancurkan Masa Depan, Polres Karo Serukan Generasi Muda Bangun Prestasi

Berita Terbaru