Pengutipan Retribusi Air Panas Doulu Picu Polemik, Warga dan Petugas Pemda Berselisih

DEBI APRIANTO

- Author

Selasa, 2 Juni 2026 - 20:18 WIB

50300 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tribun1.com – KARO – Polemik pengutipan retribusi di kawasan wisata Air Panas Doulu, Kabupaten Karo, memicu ketegangan pada Senin (1/6/2026). Perbedaan pemahaman terkait lokasi dan mekanisme pengutipan membuat dua kelompok melakukan penarikan retribusi di titik berbeda, sehingga sejumlah wisatawan mengaku harus membayar lebih dari satu kali saat berkunjung.

Retribusi Air Panas Doulu menjadi sorotan setelah sejumlah warga Desa Doulu turun langsung ke Pos 1 untuk melakukan pengutipan. Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes terhadap keputusan yang dianggap tidak melibatkan masyarakat dalam musyawarah sebelum pos retribusi baru mulai beroperasi.

Kondisi di lapangan sempat menimbulkan keramaian di sekitar pintu masuk objek wisata. Beberapa pengunjung terlihat kebingungan dengan situasi yang terjadi. Bahkan, menurut keterangan warga, ada wisatawan yang memilih membatalkan kunjungan setelah melihat kerumunan di area pos retribusi.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Untuk menjaga keamanan dan menghindari potensi konflik, personel Polres Karo, Koramil 03/Berastagi, serta Satpol PP Kabupaten Karo disiagakan di Pos 1 dan Pos 2. Kehadiran aparat bertujuan memastikan situasi tetap kondusif di tengah perbedaan pendapat yang muncul.

Koordinator Pos Retribusi yang mewakili masyarakat Desa Doulu dan Desa Semangat Gunung, Pian Sembiring, menegaskan bahwa warga tetap melakukan pengutipan di Pos 1 hingga ada keputusan bersama yang melibatkan kedua desa.

Menurutnya, dalam pertemuan sebelumnya telah disampaikan bahwa sebelum sistem pengutipan baru diberlakukan, terlebih dahulu harus dilakukan musyawarah dengan masyarakat Desa Doulu dan Desa Semangat Gunung. Karena musyawarah tersebut dinilai belum terlaksana, warga mempertanyakan berdirinya pos retribusi baru yang kini mulai beroperasi.

Pian menilai seluruh pihak memiliki hak untuk melakukan pengutipan selama mekanisme dan lokasi pengutipan telah disepakati bersama melalui forum resmi yang melibatkan masyarakat terdampak. Ia menegaskan pengutipan di Pos 1 akan tetap berlangsung sampai terdapat hasil musyawarah yang jelas.

Di sisi lain, perwakilan Pos 2, Bram Bangun, menyampaikan bahwa pengutipan resmi telah dimulai berdasarkan hasil rapat yang digelar pada 16 April 2026 di Kantor Dinas Pariwisata Kabupaten Karo.

Dalam rapat tersebut, kata Bram, hadir unsur Koramil, Polsek, Camat Merdeka, Camat Berastagi, Kepala Desa Doulu, serta Kepala Desa Semangat Gunung. Berdasarkan kesepakatan yang dihasilkan, petugas yang mendapat mandat dari pemerintah daerah mulai melakukan pengutipan resmi pada 1 Juni 2026.

Bram juga menyatakan pihaknya terbuka apabila petugas lama ingin bergabung dan bekerja bersama dalam sistem pengelolaan yang baru.

Retribusi Air Panas Doulu yang seharusnya menjadi sumber pendapatan daerah justru menimbulkan ketidaknyamanan bagi wisatawan akibat belum adanya kesamaan persepsi di lapangan. Beberapa pengunjung disebut terkena kutipan di Pos 1 dan kembali diminta membayar saat melewati Pos 2.

Situasi tersebut dikhawatirkan dapat memengaruhi citra destinasi wisata Air Panas Doulu yang selama ini menjadi salah satu tujuan favorit wisatawan di Kabupaten Karo.

Masyarakat dan para pengunjung berharap Pemerintah Kabupaten Karo segera mengambil langkah tegas dengan mempertemukan seluruh pihak terkait. Kejelasan mengenai titik pengutipan, mekanisme pengelolaan retribusi, serta keterlibatan masyarakat lokal dinilai penting untuk mencegah konflik berkepanjangan.

Sementara itu, Dinas Pariwisata Kabupaten Karo menyatakan bahwa pelaksanaan pengutipan tetap mengacu pada hasil rapat tanggal 16 April 2026 yang melibatkan unsur pemerintah, aparat keamanan, serta pemerintah desa.

Namun demikian, dinas juga mengaku memahami aspirasi masyarakat yang menginginkan adanya musyawarah lanjutan sebelum penetapan sistem pengutipan berjalan sepenuhnya.

Pihak dinas berencana memfasilitasi pertemuan bersama seluruh unsur terkait guna menyamakan persepsi mengenai lokasi pos retribusi, mekanisme pengutipan, dan pengelolaan hasil retribusi. Langkah tersebut diharapkan dapat menciptakan kenyamanan bagi wisatawan, meningkatkan pendapatan asli daerah, sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.

Dinas Pariwisata juga mengimbau seluruh pihak untuk menahan diri dan tidak melakukan pengutipan ganda sambil menunggu hasil musyawarah yang akan digelar dalam waktu dekat. Hingga saat ini, pengamanan di kawasan wisata Air Panas Doulu masih dilakukan oleh aparat kepolisian, TNI, dan Satpol PP guna menjaga situasi tetap aman dan kondusif.

Debi A’a 

Berita Terkait

Dari Posting ke Participating! Bayu Umbara Tantang Pemuda Jawa Barat Jadi Penggerak Perubahan
Tingkatkan Kualitas Jurnalisme, SWI Gelar UKW Perdana di Kalimantan Selatan
Polres Karo Terbitkan SP2HP Dugaan Pencemaran Nama Baik Lusia Sukatendel
Payung Pemuda Demokrasi, Dorong Pelajar Mengembangkan Potensi Diri melalui Pendidikan dan Diskusi Publik
Dugaan Judi Togel di Karo Disorot, Polisi Terima Informasi
Gebyar Petani Cisarua Diserbu Warga, Edukasi Pertanian hingga Puluhan Hadiah Dorprize Warnai Kem meriahan Acara
🔴 PENIPUAN TANAH DI KARO: Pembeli Siap Lapor Oknum PNS ke Polisi
Ribuan Warga Padati Cafriday dan Gerak Jalan Santai di Cipatat, Ki Daus dan Adi KDI Bikin Suasana Pecah

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 22:24 WIB

Polres Batu Bara Jalin Kerja Sama dengan Pengusaha melalui Program POLIRAN untuk Mengurangi Pengangguran

Rabu, 28 Oktober 2026 - 21:57 WIB

Wali Kota Tanjungbalai Rakor Bersama Jajaran Dinkes Bahas Optimalisasi Kinerja, Layanan Kesehatan dan Pelaksanaan Program Kerja Berjalan Optimal

Rabu, 28 Oktober 2026 - 21:19 WIB

Pastikan Keamanan Obvitnas, Korsabhara Baharkam Polri Gelar Klarifikasi SMP di PT Lestari Banten Energi*

Rabu, 28 Oktober 2026 - 21:12 WIB

Keceriaan Siswa SLB Negeri Depok diacara Edukasi Satwa Korsabhara Polri*

Rabu, 28 Oktober 2026 - 21:06 WIB

Dukung Pemberantasan Narkoba, Anggota DPRD Deli Serdang Andi Baso Apresiasi Kinerja Polresta dan BNN

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:13 WIB

Wakapolda NTB Pimpin Apel Pengamanan Unjuk Rasa, Tekankan Sikap Humanis dan Profesional

Rabu, 28 Oktober 2026 - 15:34 WIB

OPTIMALKAN PEMBINAAN KEMANDIRIAN, WARGA BINAAN LAPAS KELAS IIA LABUHAN RUKU LAKSANAKAN BUDIDAYA SAYUR KANGKUNG DI AREA BRANGGANG

Rabu, 28 Oktober 2026 - 15:06 WIB

Wakapolda NTB Ajak Warga Mataram Perangi Narkoba dan Tangkal Hoaks

Berita Terbaru