Klarifikasi Tegas! Lia Hambali Bantah Terlibat Dugaan Pungutan di Air Panas Tanah Karo

DEBI APRIANTO

- Author

Rabu, 3 Juni 2026 - 20:49 WIB

5044 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tribun1.com – TANAH KARO – Viral dugaan pungutan yang terjadi di kawasan Pemandian Air Panas Tanah Karo terus menjadi perhatian publik dan ramai diperbincangkan di media sosial. Di tengah derasnya arus informasi yang beredar, Wakil Pimpinan Redaksi Agaranews.com, Lia Hambali, akhirnya memberikan klarifikasi terkait foto-foto dirinya yang turut beredar dan dikaitkan dengan peristiwa tersebut.

Lia Hambali menegaskan bahwa dirinya memang berada di lokasi saat kejadian berlangsung. Namun, keberadaannya di kawasan pemandian tersebut semata-mata untuk menjalankan tugas jurnalistik sebagai jurnalis yang sedang melakukan peliputan.

Menurut Lia, munculnya sejumlah foto dirinya di media sosial berpotensi menimbulkan persepsi yang keliru di tengah masyarakat. Karena itu, ia meminta publik tidak menghubungkan foto maupun keberadaannya dengan dugaan pungutan yang saat ini sedang menjadi sorotan.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya menyampaikan kepada seluruh masyarakat agar tidak melibatkan foto-foto saya dalam dugaan pungutan tersebut. Kebetulan saya berada di lokasi sebagai jurnalis dan menjalankan tugas peliputan. Kehadiran saya tidak ada kaitannya dengan persoalan yang sedang viral,” ujar Lia Hambali.

 

Foto Lia Hambali yang beredar luas di media sosial, termasuk foto saat dirinya memegang telepon genggam, disebut hanya merupakan dokumentasi biasa ketika berada di lokasi peliputan. Ia menegaskan aktivitas tersebut tidak memiliki hubungan apa pun dengan dugaan pungutan maupun persoalan yang melibatkan pengunjung.

 

Lebih lanjut, Lia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum jelas sumber dan kebenarannya. Menurutnya, setiap informasi yang beredar perlu diverifikasi terlebih dahulu sebelum disebarluaskan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.

 

Dugaan pungutan Air Panas Tanah Karo yang saat ini ramai diperbincangkan, kata Lia, harus disikapi secara objektif dengan mengedepankan fakta dan data yang dapat dipertanggungjawabkan. Ia meminta masyarakat tidak terburu-buru menarik kesimpulan hanya berdasarkan foto maupun narasi yang beredar di media sosial.

 

Lia menilai penyebaran informasi yang belum terverifikasi berpotensi memunculkan fitnah serta merugikan pihak yang sebenarnya tidak memiliki keterkaitan dengan persoalan yang sedang berkembang.

 

“Jangan mudah mempercayai informasi yang belum tentu kebenarannya. Setiap informasi harus diverifikasi terlebih dahulu agar tidak menimbulkan fitnah dan merugikan pihak lain,” katanya.

 

Selain mengajak masyarakat untuk lebih kritis dalam menerima informasi, Lia juga mengingatkan pentingnya menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah. Menurutnya, setiap persoalan perlu diselesaikan berdasarkan fakta yang valid dan proses klarifikasi yang objektif.

 

Ia berharap media sosial dapat dimanfaatkan secara bijak sebagai sarana berbagi informasi, bukan sebagai ruang untuk menggiring opini yang belum didukung bukti yang kuat.

 

“Mari bersama-sama bijak dalam menggunakan media sosial. Jangan sampai foto seseorang digunakan untuk menggiring opini yang belum tentu sesuai dengan fakta yang sebenarnya. Kebenaran harus didasarkan pada data dan fakta, bukan asumsi maupun prasangka,” tutup Lia Hambali.

Melalui klarifikasi tersebut, Lia Hambali berharap masyarakat memahami bahwa kehadirannya di lokasi merupakan bagian dari tugas jurnalistik yang sedang dijalankannya. Ia menegaskan dirinya tidak memiliki keterlibatan dalam dugaan pungutan yang saat ini menjadi perhatian publik.

Debi A’a 

Berita Terkait

3 Tokoh Masyarakat Tanjungbalai Soroti Plang Batas Muatan 8 Ton yang Disalahgunakan, Jembatan Diduga Retak
Pengutipan Retribusi Air Panas Doulu Picu Polemik, Warga dan Petugas Pemda Berselisih
Binkom Cegah Konflik Sosial Perkuat Sinergi Masyarakat dan Aparat di Karo
Patroli Blue Light Dilaksanakan di Wilayah Polres Batu Bara, Antisipasi Gangguan Kamseltibcarlantas
Pengeroyokan Maut di Perbesi Gegerkan Karo, Korban Tewas Usai Diduga Dipicu Arena Judi Ilegal
Narkoba Hancurkan Masa Depan, Polres Karo Serukan Generasi Muda Bangun Prestasi
Jembatan Aramco Rampung, Akses 3.208 Warga Lau Garut Kini Lebih Aman
Patroli Lingkaber Bergerak Cepat, Puluhan Remaja di Kabanjahe Diimbau Bubar Demi Cegah Tawuran

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 20:49 WIB

Klarifikasi Tegas! Lia Hambali Bantah Terlibat Dugaan Pungutan di Air Panas Tanah Karo

Selasa, 2 Juni 2026 - 21:44 WIB

3 Tokoh Masyarakat Tanjungbalai Soroti Plang Batas Muatan 8 Ton yang Disalahgunakan, Jembatan Diduga Retak

Senin, 1 Juni 2026 - 21:45 WIB

Narkoba Hancurkan Masa Depan, Polres Karo Serukan Generasi Muda Bangun Prestasi

Minggu, 31 Mei 2026 - 22:27 WIB

Patroli Lingkaber Bergerak Cepat, Puluhan Remaja di Kabanjahe Diimbau Bubar Demi Cegah Tawuran

Rabu, 27 Mei 2026 - 14:08 WIB

Polres Batu Bara Laksanakan Penyembelihan dan Distribusi Daging Kurban Idul Adha 1447 H, Wujud Kepedulian Sosial Polri Kepada Masyarakat

Senin, 25 Mei 2026 - 20:08 WIB

Polres Batu Bara Dorong Penjualan Hasil Panen Jagung Kelompok Tani ke Bulog Asahan – Total Sampai Saat Ini Capai 189,767 Ton

Minggu, 24 Mei 2026 - 13:10 WIB

Penertiban Pasar Berastagi Diperketat, Pedagang Liar Diberi Teguran Tegas

Rabu, 20 Mei 2026 - 21:29 WIB

Reses DPRD Sumut di Samura, Warga Soroti Jalan Rusak dan Bangunan Liar

Berita Terbaru

error: Content is protected !!