Tribun1.com – KARO — Reses DPRD Sumut yang digelar Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara, Sumihar Salmon Sagala, SE, di Desa Samura, Kecamatan Kabanjahe, Kabupaten Karo, Selasa (20/5/2026), dipenuhi berbagai keluhan masyarakat terkait infrastruktur desa hingga maraknya bangunan liar.
Reses DPRD Sumut tersebut menjadi momentum bagi warga untuk menyampaikan langsung persoalan yang selama ini dinilai belum mendapat penanganan maksimal dari pemerintah dan instansi terkait.
Dalam kegiatan itu, Sumihar Salmon Sagala menyerap aspirasi masyarakat sebagai wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) XI yang meliputi Kabupaten Karo, Dairi, dan Pakpak Bharat.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (Perkimtan) Kabupaten Karo, BPJS Kesehatan Kabanjahe, Kepala Desa Samura, tokoh masyarakat, serta tokoh agama.
Dalam sambutannya, Sumihar Salmon Sagala menegaskan bahwa kegiatan reses merupakan bagian penting dari tugas anggota legislatif untuk mendengarkan langsung kebutuhan masyarakat.
“Melalui reses ini, masyarakat bisa menyampaikan persoalan yang perlu diperjuangkan di tingkat provinsi maupun dikoordinasikan dengan pemerintah daerah,” ujarnya.
Pada sesi dialog, warga Desa Samura banyak menyoroti kerusakan jalan desa yang dinilai semakin parah akibat sistem drainase yang buruk. Warga menyebut tidak tersedianya saluran pembuangan air yang memadai menyebabkan genangan saat hujan dan mempercepat kerusakan badan jalan.
Warga berharap perbaikan drainase dan jalan dapat segera direalisasikan karena kondisi tersebut mengganggu aktivitas masyarakat sehari-hari.
Selain jalan rusak, bangunan liar juga menjadi keluhan utama warga dalam reses DPRD Sumut tersebut. Masyarakat mengaku resah dengan banyaknya bangunan yang didirikan tanpa izin dan melanggar aturan sempadan jalan maupun sempadan bangunan.
Beberapa bangunan bahkan disebut berdiri di atas parit sehingga mempersempit aliran air dan berpotensi memicu banjir saat musim hujan tiba.
Kondisi itu dinilai merusak tata ruang desa serta mengganggu kenyamanan lingkungan masyarakat. Warga meminta pemerintah melakukan penertiban secara tegas sesuai aturan yang berlaku.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Sumihar Salmon Sagala menyatakan seluruh masukan masyarakat akan dibawa dan dikoordinasikan dengan instansi terkait untuk ditindaklanjuti.
Ia juga menegaskan komitmennya dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat, khususnya terkait pembangunan infrastruktur dan penataan lingkungan di wilayah Kabupaten Karo.
Kegiatan reses berlangsung tertib dan mendapat antusiasme tinggi dari warga Desa Samura. Masyarakat berharap hasil reses tidak hanya menjadi catatan, tetapi dapat diwujudkan menjadi solusi nyata bagi persoalan yang mereka hadapi. (Debi A’a)








































