Perhatian dan Kepedulian Wali Kota Tanjungbalai Kunjungi Langsung Pasangan Suami/Istri Suriatun dan Khairil Butuhkan Bantuan Pemko Tanjungbalai

REDAKSI BATU BARA

- Author

Kamis, 5 November 2026 - 15:08 WIB

5010 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tanjungbalai, Diskominfo – Wali Kota Tanjungbalai Mahyaruddin Salim didampingi sejumlah OPD mendatangi salah satu warga usai mendapat informasi ada warga yang tinggal Jalan Sei Citarum, Kelurahan Sumber Sari, Kecamatan Sei Tualang Raso, Kota Tanjungbalai saat ini memerlukan perhatian dan bantuan Pemerintah Kota

Saat bertemu, Wali Kota Mahyaruddin mendengar semua cerita keseharian pasangan
Heru Saragih atau Khairil dan Suriatun. Diketahui Suriatun (40) menjadi tulang punggung keluarga setelah suaminya Heru Saragih atau Khairil (53) terbaring lemah setelah mengalami sakit.

Selama enam tahun, Suriatun membanting tulang mencari uang dengan cara mengumpulkan barang-barang bekas, hingga menjadi asisten rumah tangga.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tak hanya itu, bekerja mencuci dan setrika baju juga dilakukannya untuk melanjutkan hidup. Khairil mengaku, ia belum mengetahui apa penyebab atau penyakit yang dialaminya selama enam tahun.

Usai bertemu dan berdialog langsung dengan pasangan suami istri Suriatun dan Khairil, Wali kota Tanjungbalai Mahyaruddin Salim mengatakan keprihatinannya melihat kondisi tersebut saat diwawancarai wartawan, Rabu sore (04/11/2026)

Menurutnya, Khairil merupakan warga yang bermula berasal dari Nusa Tenggara Barat merantau ke Malaysia.

“Setelah merantau, bapak ini dipulangkan dan memilih menetap di Kota Tanjungbalai. Diangkat dia sama orang tua angkatnya, dan menikah disini,” kata Walikota Tanjungbalai, Mahyaruddin Salim Batubara.

Katanya, setelah di observasi, Khairil memiliki sakit darah tinggi, asam urat, sesak, dan kakinya mengecil.

“Dahulunya bapak ini bekerja dilaut, kemudian kecelakaan dilaut, hanya saja dibiarkan saja, jadi beginilah,” katanya.

Kata Wali Kota lagi, saat ini dirinya telah mengumpulkan seluruh OPD terkait untuk membantu Khairil dan Istri, muali dari pendataan, hingga jaminan kesehatan.

“Disini ada OPD terkait, kami tadi rekam datanya untuk dibuatkan identitasnya, walaupun punya istri, tapi mereka statusnya menikah sirih. Tapi nanti, biasanya lembaga di kementrian agama itu ada program menikah. Kemudian nanti kalau udah selesai, kita lakukan penggabungan sehingga status mereka menikah,” katanya.

Akibatnya, saat ini Khairil tidak memiliki BPJS untuk berobat. Namun, melalui puskesmas Sei Tualang Raso, Khairil tetap dilayani dengan diberikan obat-obatan.

“Saat ini bapak ini minta diberikan kursi roda agar bisa keluar dan ke masjid. Selain itu, dianjuga mau berusaha. Saya minta ini Dinas Sosial diperhatikan. Nanti kalau sudah ada, pak Lurah, ini bisa dibawa kerumah sakit untuk ditindaklanjuti,” ungkapnya.

Wali Kota juga mengatakan, ia sangat prihatin dengan kondisi Khairil yang saat ini hanya terduduk dan sang istri Suriatun menjadi tulang punggung keluarga.

“Mereka rumah nyewa, satu bulan Rp 150 ribu, kemudian lampu memang ga bayar, tapi ada yang dikorbankan tenaganya,” ujar Mahyaruddin Salim.

Selanjutnya Wali Kota menyampaikan, memang setiap bulannya, gaji ASN di Kota Tanjung Balai dipotong 2,5% untuk zakat, dan itu sudah diatur dalam peraturan Walikota Tanjungbalai.

“Jadi, dari itu kami kumpulkan dalam setahun maka nanti melalui badan amil zakat nasional atau baznas yang akan menyalurkannya,” pungkas Wali Kota.

Dalam penuturan Khairil sebelumnya, penyakit ini bermula dari enam tahun lalu yang bermula saat dirinya bekerja sebagai nelayan pencari kerang di salah satu kapal.

“Awalnya karena jatuh dari kapal, waktu itu saya bekerja sebagai nelayan kerang, tapi saya terjatuh dari kapal, kena dipinggang saya. Sempat terdengar seperti ada suara patah, tapi saat itu saya masih bisa kerja,” ungkap Khairil

Katanya, sejak kejadian itu dirinya sering merasakan sakit pinggang dan kaki kebas. Hingga, terparah kakinya mengecil dan kini sudah tidak bisa berjalan lagi.

Ia juga mengaku, saat ini mengandalkan obat-obatan dari warung dan dari puskesmas sekitar untuk meredakan rasa ngilu pada kakinya.

“Kaki saya sudah mati rasa, hanya denyut dan kebas yang saya rasakan. Maaf katanya, kalaupun kaki saya ini di tusuk, saya sudah tidak lagi merasakan apapun. Hanya kebas, dan denyut saja. Kalau denyut sampai ke otak sakitnya,” ungkapnya.

Katanya, Ia tidak memiliki BPJS dikarenakan tidak memegang identitas kartu tanda pengenal (KTP).

“Saya asli dari NTB, Lombok Timur, kemudian saya bekerja ke Malaysia, saya dideportasi dan pulang kembali ke Indonesia. Saya dipulangkan ke Tanjungbalai, disini saya diangkat sama ayah angkat saya. Kemudian, saya bekerja di Kapal, dan KTP saya hilang,” katanya.

Sehingga, untuk berobat dirinya kini mengandalkan pihak puskesmas dan obat warung untuk meredakan rasa sakitnya.

“Sekarang seperti inilah, kami hidup susah. Dahulu saat saya masih sehat, istri saya tidak bekerja, saya yang mencari uang. Alhamdulillah istri saya setia menemani saya baik dalam kondisi sehat maupun sakit,” katanya.

Ungkapnya, Suriatun kini bekerja untuk dirinya dengan mencari rongsokan dan menjadi asisten rumah tangga di sekitar tempat tinggal mereka.

“Beginilah, Alhamdulillah kadang sehari dapat Rp 15 ribu, Rp 20 ribu, yang paling besar itu Rp 40 ribulah,” katanya.

Sepasang suami istri ini juga menyewa satu buah dapur rumah dengan luas 3 x 2 meter untuk ditinggali dengan harga Rp 150 ribu, dan listrik dibayar dengan tenaga.

“Rumah ini kami sewa dengan Rp 150 ribu perbulan, listriknya ini kami bayar ke yang punya rumah hanya dengan tenaga, seperti kalau mereka butuh mencuci atau membersihkan rumah nanti istri saya bantu kesana,” ungkapnya.

Ia bersyukur masih ada orang baik yang mau membantu keluarganya dengan memberikan pekerjaan kepada istrinya.

“Saya juga kepingin usaha, tapi kondisi saya seperti ini. Minimal saya kepengen punya kursi roda agar saya bisa berusaha. Dahulu, saya sempat bekerja kupas kulit kerang, bekerja sambil duduk Alhamdulillah bisa bantu meringankan istri saya, meskipun saya dalam kondisi sakit seperti ini,” katanya.

Ia mengaku, dalam kondisi seperti ini, ia merasa tidak berdaya, ketika sang istri yang bekerja dirumah salah seorang warga, dituduh mencuri uang sebesar Rp 5 juta.

“Kami tinggal dirumah mereka yang tidak terpakai, kami tidak membayar sewa, tapi membayarnya dengan tenaga, disitu saat istri saya bekerja, uangnya hilang Rp 5 juta, istri saya dituduh hingga disuruh mengaku di depan Polisi,” katanya.

Ia merasa prihatin terhadap istrinya yang harus merasakan pahitnya hidup hingga dituduh menjadi seorang pencuri.

“Kami bingung, karena tidak berbuat tapi disuruh untuk mengakui yang bukan kami lakukan. Makanya saya kepingin bisa sembuh agar istri saya tidak disepelekan oleh orang,” katanya.

Ia berharap ada bantuan kursi roda dan modal usaha agar dirinya bisa menafkahi keluarga hingga tidak lagi di sepelei.

“Saya ingin jualan. Saya juga ingin kursi roda agar saya bisa berusaha mencari uang, atau setidaknya saya bisa ke masjid untuk beribadah,” katanya.

Berita Terkait

Kunjungi Gerai Samsat Tanjungbalai, Wali Kota Mahyaruddin Salim Minta Masyarakat Dukung dan Manfaatkan Program Pemutihan Pajak Kendaraan Mulai 02 Hingga 30 November 2026
Wali Kota Tanjungbalai Terima Kunjungan Silaturahmi dan Audiensi Dewan Pendidikan Kota Tanjungbalai periode 2026-2031
SMA Swasta Katolik Kabanjahe Gelar Seminar Literasi, Dorong Siswa Kreatif dan Berprestasi
Lapas Labuhan Ruku Gelar Bakti Sosial, Wujud Nyata Pengabdian di Hari Bakti Kemenimipas ke-2
Peduli Korban Angin Kencang, Kapolres Batu Bara Bersama Ketua Bhayangkari Salurkan Bantuan kepada Warga
Kapolda NTB Laksanakan Program Poliran di Disnakertrans NTB, Ajak Para Pihak Peduli Pengangguran
Kapolres Batu Bara Pimpin Strong Point Pagi, Pastikan Arus Lalu Lintas Lancar dan Aman
Gerak Cepat Satlantas Dan Satsamapta Polres Batu Bara Tangani Pohon Tumbang Di Jalinsum Simpang Socfindo

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 15:48 WIB

Kunjungi Gerai Samsat Tanjungbalai, Wali Kota Mahyaruddin Salim Minta Masyarakat Dukung dan Manfaatkan Program Pemutihan Pajak Kendaraan Mulai 02 Hingga 30 November 2026

Kamis, 5 November 2026 - 15:13 WIB

Wali Kota Tanjungbalai Terima Kunjungan Silaturahmi dan Audiensi Dewan Pendidikan Kota Tanjungbalai periode 2026-2031

Kamis, 5 November 2026 - 15:08 WIB

Perhatian dan Kepedulian Wali Kota Tanjungbalai Kunjungi Langsung Pasangan Suami/Istri Suriatun dan Khairil Butuhkan Bantuan Pemko Tanjungbalai

Kamis, 5 November 2026 - 14:51 WIB

SMA Swasta Katolik Kabanjahe Gelar Seminar Literasi, Dorong Siswa Kreatif dan Berprestasi

Kamis, 5 November 2026 - 12:17 WIB

Peduli Korban Angin Kencang, Kapolres Batu Bara Bersama Ketua Bhayangkari Salurkan Bantuan kepada Warga

Kamis, 5 November 2026 - 12:09 WIB

Kapolda NTB Laksanakan Program Poliran di Disnakertrans NTB, Ajak Para Pihak Peduli Pengangguran

Kamis, 5 November 2026 - 09:26 WIB

Kapolres Batu Bara Pimpin Strong Point Pagi, Pastikan Arus Lalu Lintas Lancar dan Aman

Kamis, 5 November 2026 - 08:39 WIB

Gerak Cepat Satlantas Dan Satsamapta Polres Batu Bara Tangani Pohon Tumbang Di Jalinsum Simpang Socfindo

Berita Terbaru