Batubara — Komitmen dalam meningkatkan kualitas pembinaan mental dan kerohanian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) terus digelorakan oleh Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Labuhan Ruku. Pada hari ini bertempat di Masjid At-Taubah Lapas Kelas IIA Labuhan Ruku, telah sukses diselenggarakan kegiatan Kajian Dhuha yang bekerja sama dengan Pondok Pesantren Ad-Dhiyah Asahan dari Yayasan Haji Supangat.Kegiatan keagamaan ini diikuti dengan penuh khidmat oleh 120 orang WBP laki-laki dewasa.
Pelaksanaan kegiatan yang dimulai pukul 10.00 WIB ini diawali dengan pembukaan resmi oleh pengurus Masjid At-Taubah selaku pemandu acara. Kehadiran 2 orang pemateri dari Pondok Pesantren Ad-Dhiyah Asahan disambut baik oleh jajaran petugas dan para WBP. Suasana masjid tampak khusyuk tatkala Al-Ustadz Budi mulai menyampaikan tausiah agama yang sarat akan nilai-nilai moral, ketakwaan, serta motivasi untuk terus memperbaiki diri di jalan kebaikan selama menjalani masa pembinaan.
Rangkaian acara semakin interaktif tatkala memasuki sesi tanya jawab antara penceramah dan para WBP. Antusiasme yang tinggi terlihat dari keaktifan para WBP dalam berkonsultasi seputar persoalan keagamaan maupun tata cara ibadah sehari-hari. Kegiatan rohani ini ditutup secara khidmat dengan pembacaan doa yang dipimpin langsung oleh Al-Ustadz Budi, memohon keberkahan, ketenangan batin, serta ampunan bagi seluruh WBP yang hadir.
Kepala Lapas Kelas IIA Labuhan Ruku, Hamdi Hasibuan, menyampaikan bahwa kegiatan pembinaan kepribadian melalui pendekatan keagamaan ini memegang peranan krusial dalam membentuk karakter dan mental WBP agar menjadi pribadi yang lebih baik. Seluruh rangkaian kegiatan dilaporkan berjalan dengan aman, tertib, lancar, dan kondusif berkat pengamanan serta koordinasi yang optimal. Ke depan, program penyuluhan dan pengajian agama semacam ini diharapkan dapat terus terlaksana secara berkesinambungan di dalam lingkungan lapas.
Pelaksanaan kegiatan pembinaan kerohanian ini juga dilaporkan secara resmi sebagai bentuk laporan dan atensi kepada Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia serta Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Utara. Melalui langkah ini, Lapas Kelas IIA Labuhan Ruku terus membuktikan komitmennya dalam menghadirkan pembinaan yang komprehensif, tidak hanya berfokus pada aspek administratif, tetapi juga pembangunan spiritual yang mendalam bagi seluruh warga binaan.














































