Diduga PT GSB Membodohi dan Membohongi Masyarakat Ulu Musi, 7 Tahun Beroperasi Plasma 30 % Tidak Direalisasikan

DEBI APRIANTO

- Author

Selasa, 24 Juni 2025 - 15:59 WIB

50603 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Empat Lawang, Tribun1.com //

Setelah sekian lama beroperasi ( sekitar 7 Tahun) plasma 30% belum terealisasikan, masyarakat Kecamatan Ulu Musi merasa ditipu dan dibodoh-bodohi oleh PT Galempa Sejahtera Bersama (GSB) anak Perusahaan PT ANJ (Austindo Nusantara Jaya TBK) yang beroperasi di Wilayah Kecamatan Ulu musi, Kabupaten Empat.Lawang, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel)

Akibat kebohongan yang telah berjalan sekian tahun dengan janji – janji palsu yang tak pernah ditepati, masyarakat berulangkali mengadakan aksi, puncaknya pada Rabu (17/04/2025) hampir terjadi pertumpahan darah.

Semula kedatangan PT GSB di Wilayah Kecamatan Ulu musi, Kabupaten Empat Lawang sepenuhnya didukung oleh masyarakat dengan perjanjian setelah 48 bulan, akan ada bagi hasil Plasma yakni 70 – 30%. Namun, setelah sekian lama beroperasi, PT GSB belum juga merealisasikan Plasma 30% yang dijanjikannya. Dengan demikian, tidak sedikit warga Kecamatan Ulu musi dibeberapa Desa diantaranya, Desa Simpang Perigi, Desa Kunduran, Desa Batu Lintang, Muara Kalangan dan Tanjung Agung bermaksud akan melakukan tuntutan kembali kepada PT GSB Perkebunan Sawit untuk merealisasikan Plasma sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati.

Sedangkan, kewajiban Perusahaan memfasilitasi pembangunan Kebun masyarakat, kemudian sedikit diubah melalui Permentan No. 26 Tahun 2013 tentang Perubahan Permentan Nomor 26 Tahun 2007. Pasal 15 ayat (1) Permentan Nomor 98 Tahun 2013 menyebutkan, Perusahaan perkebunan yang mengajukan IUP-B atau IUP dengan luas 250 Hektar atau lebih, berkewajiban memfasilitasi pembangunan Kebun masyarakat sekitar dengan luas paling kurang 20% dari luas Area IUP-B atau IUP.
Kemudian, pada ayat (2), Kebun masyarakat yang difasilitasi pembangunannya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berada di luar Areal IUP-B atau IUP, Pasal 40 Permentan yang sama menyebutkan, kewajiban Perusahaan Perkebunan yang telah memiliki IUP-B, IUP-P atau IUP salah satunya adalah memfasilitasi pembangunan Kebun masyarakat bersamaan dengan pembangunan Kebun Perusahaan dan diselesaikan paling lama dalam waktu 3 tahun.

Setelah memperhatikan Peraturan tersebut, Awak Media melakukan Konfirmasi pada Perusahaan PT GSB yang berkantor di Area Perkebunan milik PT GSB.
Manager Perusahaan PT GSB Parlin membenarkan, bahwa Plasma yang dimaksud memang belum terealisasikan oleh karena ada beberapa persyaratan yang harus diselesaikan mulai dari HGU, Koperasi, dan lain sebagainya.
Masyarakat Kecamatan Ulu musi, khususnya yang telah menyerahkan lahan, berharap agar Perusahaan Kebun Kelapa Sawit dari PT GSB berjalan sesuai dengan perjanjian dan memperlakukan aturan yang ada.

Sangat disayangkan sampai hari ini Selasa 24 Juni 2025, pihak PT GSB belum juga memberikan harapan pasti kepada masyarakat di Kecamatan Ulu Musi, hasil rapat terakhir mereka hanya mau memberikan uang Rp 100.000/bulan/hektar, gila kan,..? Kata salah seorang pemilik lahan kepada awak media ini melalui sambungan telpon.

Ia menambahkan, kami ini sudah dijajah oleh PT GSB, bagaimana tidak lahan kami, tidak bisa lagi kami kelola, sementara pihak PT GSB hanya mau memberikan kompensasi sebesar Rp 100.000/bulan/hektar, bagaimana kami mau makan, konon lagi menyekolahkan anak-anak kami,ujarnya dengan nada sedih bercampur marah.
Harapan kami, pihak PT GSB bayarkan Plasma sesuai perjanjian awal didepan Notaris atau kembalikan lahan kami, itu saja yang kami minta, tegasnya sembari menutup telpon.

(Debi A’a)

Berita Terkait

PW GP Al Washliyah Apresiasi Kapolda Metro Jaya Komjen. Dadang Hartanto Turun Langsung Kawal Aksi Mahasiswa: Wujud Nyata Polri Bersama Masyarakat
Dari Posting ke Participating! Bayu Umbara Tantang Pemuda Jawa Barat Jadi Penggerak Perubahan
Tingkatkan Kualitas Jurnalisme, SWI Gelar UKW Perdana di Kalimantan Selatan
Polres Karo Terbitkan SP2HP Dugaan Pencemaran Nama Baik Lusia Sukatendel
Payung Pemuda Demokrasi, Dorong Pelajar Mengembangkan Potensi Diri melalui Pendidikan dan Diskusi Publik
Dugaan Judi Togel di Karo Disorot, Polisi Terima Informasi
🔴 PENIPUAN TANAH DI KARO: Pembeli Siap Lapor Oknum PNS ke Polisi
Hujan Deras Tak Surutkan Aksi Orang Tua Korban Keracunan MBG di Karo, Tuntut KLB dan Kompensasi

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 07:03 WIB

Polres Batu Bara Intensifkan Patroli Blue Light dan KRYD, Antisipasi 3C, Begal, Tawuran dan Balap Liar

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:38 WIB

Wali Kota Tanjungbalai Pimpin Rapat Pembahasan Sinergitas Program Pembangunan Dengan Dunia Usaha Bersama OPD

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:50 WIB

Dekati Masyarakat, Patroli Polisi Satwa Turangga Bagikan Jumat Berkah dan Edukasi Keselamatan Berkendara*

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:44 WIB

Penuhi Standar Regulasi, PT Asmin Bara Bronang Tuntaskan Klarifikasi Implementasi SMP Bersama Tim Mabes Polri*

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:23 WIB

Sat Reskrim Polres Batu Bara Gelar Doa Bersama dan Santuni 30 Anak Yatim dalam Program Jumat Berkah

Jumat, 30 Oktober 2026 - 19:37 WIB

Polresta Deli Serdang Selamatkan 186.111 Jiwa dari Ancaman Narkoba, Sita Barang Bukti Senilai Rp11,5 Miliar

Jumat, 30 Oktober 2026 - 16:16 WIB

Wakapolres Batu Bara Laksanakan Sholat Jumat Keliling, Pererat Silaturahmi dan Sampaikan Pesan Kamtibmas kepada Masyarakat

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:44 WIB

LAPAS LABUHAN RUKU FASILITASI TES VIRAL LOAD HIV BAGI WARGA BINAAN, OPTIMALKAN PEMANTAUAN KESEHATAN

Berita Terbaru