Bandung Barat , tribun 1 . com — Menjelang Hari Raya Idul Adha 2025, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) melalui Dinas Perikanan dan Peternakan (Dispernakan) kembali menunjukkan komitmennya dalam memastikan pelayanan kurban yang aman, higienis, dan sesuai syariat. Pada Selasa, 27 Mei 2025, sebanyak 247 peserta dari berbagai latar belakang mengikuti Pelatihan Teknis Penyembelihan Hewan Kurban yang digelar di Gedung Serbaguna Tangkuban Perahu.
Peserta terdiri dari para pengawas kesehatan hewan, perwakilan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) dari 16 kecamatan, serta para Juru Sembelih Halal (Juleha). Kehadiran Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, yang memantau langsung jalannya kegiatan, memberi semangat tersendiri bagi para peserta.
“Syariat Terpenuhi, Kesejahteraan Hewan Terjaga”
Dalam keterangannya yang diterima Jumat, 30 Mei 2025, Bupati Jeje Ritchie Ismail menegaskan bahwa pelatihan ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pelayanan kurban di Bandung Barat.
“Pelatihan ini sangat penting agar proses penyembelihan hewan kurban berjalan sesuai tuntunan syariat Islam, sekaligus menjunjung tinggi prinsip animal welfare,” ujar Bupati.
Menurutnya, penyembelihan kurban yang baik harus memenuhi dua aspek: kehalalan dan keamanan pangan. Oleh karena itu, peserta diberi pemahaman lengkap mengenai pemilihan hewan yang sehat, teknik penyembelihan yang benar, hingga tata cara penanganan daging agar tetap higienis.
Materi Pelatihan: Lengkap, Praktis, dan Humanis
Selama pelatihan, para peserta tidak hanya menerima teori, tetapi juga praktik lapangan dengan panduan instruktur berpengalaman. Mereka mempelajari:
Cara identifikasi hewan kurban yang sehat
* Pemeriksaan kondisi fisik dan perilaku hewan
* Teknik penyembelihan sesuai syariat
* Prosedur penanganan daging yang aman
* Etika perlakuan terhadap hewan sebelum dan sesudah penyembelihan
“Pemahaman ini penting tidak hanya untuk menjaga kehalalan, tetapi juga menjamin keamanan pangan masyarakat,” tegas Jeje.
Penguatan Pengendalian PMK Lewat Satgas Terpadu
Sebagai langkah preventif menghadapi potensi penyakit hewan menjelang Idul Adha, Pemkab KBB telah mengaktifkan Satgas Penanganan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Pembentukan satgas ini tertuang dalam SK Bupati Nomor 100.3.3.2/Kep.117-Dispernakan/2025.
Satgas tersebut melibatkan unsur TNI, Polri, tenaga medis veteriner, penyuluh, serta pelaku usaha peternakan. Kehadiran tim terpadu ini diharapkan mampu memperkuat pengawasan dan penanganan hewan ternak di lapangan.
Kolaborasi dengan Akademisi untuk Pemeriksaan Hewan Kurban
Tidak hanya itu, Pemkab KBB juga membentuk Tim Pemeriksa Kesehatan Hewan Kurban yang terdiri dari 58 personel, termasuk dokter hewan serta mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Padjadjaran.
Kolaborasi dengan dunia akademik ini dianggap sebagai bentuk penguatan kapasitas sekaligus jaminan bahwa pemeriksaan hewan kurban dilakukan oleh tenaga profesional.
Harapan Pemkab: Kurban Aman, Higienis, dan Berkah untuk Semua
Bupati Jeje Ritchie berharap, melalui rangkaian langkah ini, pelaksanaan kurban di wilayah Bandung Barat tahun ini dapat berlangsung lebih tertib, aman, dan penuh keberkahan.
“Langkah-langkah ini diharapkan mampu menjamin pelaksanaan kurban di wilayah KBB berlangsung secara aman, higienis, dan sesuai syariat,” tandasnya.
Red * Komarudin *








































