Drainase Tak Kunjung Dibenahi, Lembang Kembali Terendam: Warga dan Aktivis Suarakan Penanganan Menyeluruh

Edi Suprapto

- Author

Jumat, 24 Oktober 2025 - 17:53 WIB

50142 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung Barat,tribun1.com<> Jumat, 24 Oktober 2025 —
Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) sejak Jumat siang menyebabkan banjir dan longsor di sejumlah titik. Beberapa ruas jalan utama tergenang air cukup tinggi, sementara di beberapa lokasi lainnya terjadi longsor yang menutup sebagian akses jalan.

Pantauan di lapangan menunjukkan, banjir melanda kawasan Jalan Raya Lembang, Pasar Panorama, Jalan Kiwi, Jalan Kayuambon, Jalan Maribaya, serta Jalan Tangkuban Perahu di wilayah Desa Cibogo. Air juga meluap di Desa Cikole, membuat arus lalu lintas tersendat dan aktivitas masyarakat terganggu.

Lebih parah lagi, tembok Perumahan Unit Barat Sespim Polri Lembang jebol setelah tak mampu menahan tekanan air yang mengalir deras dari arah pusat Lembang, berjarak sekitar satu kilometer dari titik sumber banjir.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Warga menilai kondisi tersebut sudah sering terjadi, namun penanganannya tak kunjung tuntas. Keluhan tentang buruknya sistem drainase telah lama disuarakan masyarakat. Namun, perbaikan yang dilakukan pemerintah justru lebih berfokus pada estetika trotoar, bukan pada penataan saluran air yang menjadi sumber masalah utama.

“Banjir selalu terulang dan justru berdampak ke wilayah yang jauh dari sumber air. Rumah kami kebanjiran setiap hujan besar turun,” ujar Nina, warga Desa Kayuambon, dengan nada kecewa.

Kondisi longsor juga terjadi di beberapa lokasi, di antaranya Jalan Sukaraja–Ciputri Desa Langensari, Desa Jayagiri, dan Desa Cibogo. Material longsor menutup sebagian jalan, menghambat kendaraan warga dan wisatawan yang melintas menuju arah Cikole dan Tangkuban Perahu.

Sementara itu, Haji Awin, perwakilan dari Aliansi Cinta Lembang, menilai penanganan banjir tidak bisa dilakukan secara parsial oleh pihak kecamatan semata. Ia menyerukan agar ada langkah terpadu yang melibatkan berbagai pihak, termasuk akademisi, untuk mengkaji akar masalah banjir di kawasan wisata tersebut.

“Banjir di Lembang ini mesti ditangani menyeluruh. Kami berharap ada pihak independen seperti akademisi yang turun mengkaji masalah ini. Jalur-jalur drainase perlu dinormalisasi, terutama di sekitar Pasar Panorama yang paling terdampak,” ujar Awin.

Ia menambahkan, genangan air di sekitar Pasar Panorama Lembang sempat bertahan hampir satu jam sebelum mulai surut sekitar pukul 15.00 WIB. Meski tidak berlangsung lama, dampaknya terasa signifikan: kemacetan panjang, aktivitas perdagangan lumpuh sementara, dan sejumlah kios mengalami kerusakan ringan.

Awin juga mengimbau masyarakat agar turut menjaga kebersihan lingkungan, tidak membuang sampah sembarangan, serta aktif melaporkan bila ada saluran air yang tersumbat.

“Kami harap Pemkab Bandung Barat bersama Pemprov Jabar segera ambil langkah konkret. Banjir ini bukan sekadar genangan air, tapi persoalan tata kelola wilayah yang sudah mendesak diperbaiki,” pungkasnya.*”

 

Berita Terkait

Sat Lantas Polres Pematangsiantar Sambangi PO Eldivo, Beri Himbauan Kamseltibcar Jelang Ops Patuh Toba 2026
Jelang Ops Patuh dan Lilin Toba 2026, Polres Pematangsiantar Gelar Forum Lalin, Soroti Kemacetan Pasar Horas dan Odong-odong
Wakil Wali Kota Tanjungbalai Bersama Ketua TP-PKK Hadiri Launching Kampus Mandiri Pangan dan Gerakan Tanam Serentak Cabai Se Sumut di Polbangtan Kementan Medan
Terima Audiensi Pengcab ALTI Tanjungbalai, Wali Kota Mahyaruddin Menyambut Baik Terbentuknya Kepengurusan dan Rencana Pelaksanaan “Tanjungbalai Trail Trun 2026”
Wali Kota Tanjungbalai Terima Audiensi BRIN Dukungan Dalam Penguatan Peran Riset dan Inovasi Daerah
Polsek Air Putih Amankan Terduga Pelaku Judi Togel Hongkong di Desa Sukarame
Polres Karo Terbitkan SP2HP Dugaan Pencemaran Nama Baik Lusia Sukatendel
Bupati Batu Bara Buka Konferensi Kerja PWI 2026, Tekankan Profesionalisme dan Integritas Wartawan*

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 19:02 WIB

Situasi Genting di Lawe Alas: Jebolnya Tanggul Sungai dan Aktifitas Tambang Galian C Dinilai Melanggar Undang-Undang

Selasa, 29 September 2026 - 20:49 WIB

Bantuan Pemda Aceh Rp 323,5 Juta, Untuk Kebakaran Agara. Diduga Meguap Kemana sekitar Rp 240 Juta.

Senin, 20 Juli 2026 - 00:30 WIB

Dugaan Penyimpangan Pengelolaan Dana BOS dan PIP di SDN 2 Biak Muli Minta Diusut Hingga Tuntas

Senin, 6 Juli 2026 - 13:53 WIB

Grasstrack Kapolres Agara Sukses Digelar, Semangat Bhayangkara dan Prestasi Berpacu di Sirkuit IMI Aceh Tenggara

Sabtu, 23 Mei 2026 - 18:22 WIB

BPJN Aceh 3.5 Bersihkan Ruas Jalan Nasional Terdampak Banjir di Desa Kuning dan Lawe Tua Persatuan

Kamis, 7 Mei 2026 - 06:59 WIB

Truk Diduga Angkut Gondorukem Terjun ke Jurang di Agara, Nopol Ditutup, Lokasi Dijaga Ketat

Kamis, 23 April 2026 - 02:45 WIB

Politik Kotor Mengendap di Spanduk: Saat Wajah Demokrasi Aceh Dicoreng Oknum Tak Bertanggung Jawab

Selasa, 14 April 2026 - 19:54 WIB

Rabusin Menyuarakan Kepastian Hukum di Tengah Sengketa Agraria yang Diuji di Pengadilan Negeri Blangkejeren

Berita Terbaru