Waspada Cuaca Ekstrem: Ketua Tim Kongres Nasional Ajak Warga “Jaga Lembur” dan Perkuat Doa

REDAKSI BANDUNG

- Author

Sabtu, 24 Januari 2026 - 18:15 WIB

50117 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDUNG BARAT , tribun1.com //  Memasuki puncak musim hujan yang disertai angin kencang, masyarakat Kabupaten Bandung Barat (KBB) dihimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor. Sabtu,24/1

Ketua Tim Kongres Nasional Yayat Ruhiyat, menegaskan bahwa fenomena alam yang terjadi belakangan ini bukan sekadar siklus cuaca, melainkan sebuah pengingat keras bagi manusia untuk kembali menyelaraskan diri dengan alam.

Pesan Utama: Alam Sedang Berbicara
Yayat Ruhiyat menyampaikan bahwa rentetan peringatan cuaca dari BMKG harus disikapi dengan langkah konkret di lapangan melalui semangat “Jaga Lembur” (menjaga kampung halaman).

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Alam seolah sedang memberikan peringatan kepada kita semua. Hujan deras dan angin kencang ini adalah sinyal agar kita lebih peduli terhadap lingkungan dan tidak abai terhadap kelestarian alam,” ujar Yayat.

Beliau menekankan beberapa poin penting bagi warga, di antaranya:

Kesadaran Lingkungan: Menghentikan pembuangan sampah ke saluran air dan menjaga daerah resapan di perbukitan.

Kewaspadaan Dini: Memantau pergerakan tanah atau retakan di tebing bagi warga yang tinggal di area rawan longsor.

khtiar Batiniyah: Menyeimbangkan upaya fisik dengan doa dan tawakal kepada Sang Pencipta agar senantiasa diberikan perlindungan.

Mitigasi Bencana di Wilayah Selatan
Mengingat topografi wilayah Bandung Barat bagian selatan dan utara yang didominasi perbukitan, risiko longsor menjadi perhatian utama. Yayat mengajak seluruh elemen masyarakat untuk saling mengingatkan dan bergotong-royong membersihkan saluran drainase sebelum debit air meningkat.

“Kita harus lebih berhati-hati. Jangan menunggu bencana datang baru kita bergerak. Mari kita jaga alam, maka alam akan menjaga kita,” tambahnya menutup pembicaraan. **

Berita Terkait

3 Tokoh Masyarakat Tanjungbalai Soroti Plang Batas Muatan 8 Ton yang Disalahgunakan, Jembatan Diduga Retak
Pengutipan Retribusi Air Panas Doulu Picu Polemik, Warga dan Petugas Pemda Berselisih
Binkom Cegah Konflik Sosial Perkuat Sinergi Masyarakat dan Aparat di Karo
Patroli Blue Light Dilaksanakan di Wilayah Polres Batu Bara, Antisipasi Gangguan Kamseltibcarlantas
Pengeroyokan Maut di Perbesi Gegerkan Karo, Korban Tewas Usai Diduga Dipicu Arena Judi Ilegal
Narkoba Hancurkan Masa Depan, Polres Karo Serukan Generasi Muda Bangun Prestasi
Jembatan Aramco Rampung, Akses 3.208 Warga Lau Garut Kini Lebih Aman
Patroli Lingkaber Bergerak Cepat, Puluhan Remaja di Kabanjahe Diimbau Bubar Demi Cegah Tawuran

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 21:44 WIB

3 Tokoh Masyarakat Tanjungbalai Soroti Plang Batas Muatan 8 Ton yang Disalahgunakan, Jembatan Diduga Retak

Selasa, 2 Juni 2026 - 20:18 WIB

Pengutipan Retribusi Air Panas Doulu Picu Polemik, Warga dan Petugas Pemda Berselisih

Selasa, 2 Juni 2026 - 15:40 WIB

Binkom Cegah Konflik Sosial Perkuat Sinergi Masyarakat dan Aparat di Karo

Selasa, 2 Juni 2026 - 07:39 WIB

Patroli Blue Light Dilaksanakan di Wilayah Polres Batu Bara, Antisipasi Gangguan Kamseltibcarlantas

Senin, 1 Juni 2026 - 22:27 WIB

Pengeroyokan Maut di Perbesi Gegerkan Karo, Korban Tewas Usai Diduga Dipicu Arena Judi Ilegal

Senin, 1 Juni 2026 - 00:19 WIB

Jembatan Aramco Rampung, Akses 3.208 Warga Lau Garut Kini Lebih Aman

Minggu, 31 Mei 2026 - 22:27 WIB

Patroli Lingkaber Bergerak Cepat, Puluhan Remaja di Kabanjahe Diimbau Bubar Demi Cegah Tawuran

Minggu, 31 Mei 2026 - 22:07 WIB

Pengamanan Ketat Kerja Tahun Barusjahe Berlangsung Meriah, Kapolsek Pastikan Pesta Adat Aman dan Kondusif

Berita Terbaru

error: Content is protected !!