ASN PPPK Disorot Tajam, Surat Terbuka AMP ke Presiden Dinilai Bongkar Ketidakadilan

DEBI APRIANTO

- Author

Kamis, 19 Februari 2026 - 22:16 WIB

50159 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tribun1.com -ASN PPPK kembali menjadi polemik nasional setelah Ketua Umum Aliansi Merah Putih (AMP), Fadlun, melayangkan surat terbuka kepada Presiden Prabowo Subianto. Surat tersebut secara tegas menyoroti kebijakan pengangkatan aparatur yang dinilai tidak adil bagi pelayan publik yang telah lama mengabdi.

ASN PPPK menjadi pokok pernyataan Fadlun saat menyampaikan sikapnya kepada awak media pada Rabu, 18 Februari 2025. Ia menyebut kebijakan pengangkatan Aparatur Sipil Negara Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja saat ini memicu keresahan luas di kalangan aparatur.

Menurut Fadlun, banyak aparatur pelayanan publik telah bekerja bertahun-tahun tanpa kepastian hak, perlindungan hukum, dan kesejahteraan yang layak. Namun dalam praktiknya, terdapat pengangkatan pejabat dan pegawai menjadi ASN PPPK tanpa melalui masa pengabdian terlebih dahulu.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kondisi tersebut, kata dia, menimbulkan tanda tanya besar. Aparatur yang telah lama setia melayani masyarakat merasa tidak memperoleh perlakuan yang setara dengan mereka yang baru diangkat.

Salah satu sorotan utama dalam surat terbuka itu adalah pengangkatan sekitar 32.000 pegawai inti Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Pegawai tersebut terdiri dari kepala SPPG, tenaga gizi, dan akuntan, termasuk yang ditempatkan di lingkungan Badan Gizi Nasional.

Fadlun menilai kebijakan itu perlu ditinjau ulang dari sisi keadilan dan kelayakan moral. Ia mengusulkan agar setiap calon ASN PPPK menjalani masa pengabdian minimal dua tahun sebelum diangkat secara resmi. Masa tersebut dinilai penting untuk menilai loyalitas, integritas, dan dedikasi secara objektif.

ASN PPPK paruh waktu juga menjadi perhatian serius. Fadlun mengungkapkan bahwa banyak aparatur paruh waktu menerima gaji sangat rendah, bahkan di bawah upah minimum. Padahal, beban kerja mereka disebut tidak berbeda dengan aparatur lainnya.

“Mereka tetap dituntut memberikan pelayanan maksimal, tetapi hidup dalam ketidakpastian ekonomi,” ujarnya.

Selain persoalan penghasilan, ia menyoroti tidak adanya kepastian hak karier, pengembangan kompetensi, serta jaminan hari tua dan pensiun bagi ASN PPPK yang telah diangkat sebelumnya. Menurutnya, kondisi tersebut merendahkan martabat pengabdian aparatur negara.

Fadlun juga mencatat adanya pemutusan kontrak ASN PPPK secara sepihak oleh Pejabat Pembina Kepegawaian di sejumlah daerah. Ia menilai tindakan tersebut tidak memberikan perlindungan hukum yang jelas dan memperparah rasa ketidakadilan.

Melalui surat terbuka atas nama Aliansi Merah Putih, Fadlun berharap Presiden mendengar aspirasi guru, dosen, tenaga kesehatan, tenaga teknis, dan aparatur lainnya yang selama ini bekerja tanpa sorotan publik.

Ia menegaskan bahwa keadilan bagi ASN PPPK bukan sekadar persoalan administratif. Bagi Fadlun, hal tersebut menyangkut martabat pengabdian dan masa depan pelayanan publik di Indonesia.(Red)

Berita Terkait

Bulog Karo Gencarkan Pasar Murah, Bantuan Pangan Capai 1.771 Ton
Budaya Literasi dan Numerasi: SMP Ora Et Labora Simpang Kaban Gelar Sosialisasi Transformatif
Dana CSR Karo Rp2 Miliar Disorot, Fraksi Harapan Desak Transparansi
Revitalisasi SDN Manggah Bandung Barat Capai Tahap Baja Ringan, Keselamatan Pekerja Disorot: Sebagian Diduga Tak Gunakan APD
Bantuan Beras untuk Pengungsi Sinabung Disalurkan, Bulog Karo Bagikan Masker
GPM Bulog Karo Digelar, Harga Pangan Murah Bantu Warga Saat Erupsi Sinabung
Dari Surabaya untuk Indonesia Timur, SWI Perkuat Kompetensi dan Profesionalisme Wartawan
Kebakaran Mardinding Karo, 8 Rumah Hangus dan TNI Bergerak Cepat

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 16:44 WIB

Bulog Karo Gencarkan Pasar Murah, Bantuan Pangan Capai 1.771 Ton

Senin, 14 September 2026 - 11:48 WIB

Budaya Literasi dan Numerasi: SMP Ora Et Labora Simpang Kaban Gelar Sosialisasi Transformatif

Kamis, 3 September 2026 - 11:26 WIB

Dana CSR Karo Rp2 Miliar Disorot, Fraksi Harapan Desak Transparansi

Rabu, 2 September 2026 - 17:14 WIB

Revitalisasi SDN Manggah Bandung Barat Capai Tahap Baja Ringan, Keselamatan Pekerja Disorot: Sebagian Diduga Tak Gunakan APD

Rabu, 2 September 2026 - 17:05 WIB

*Bupati Batu Bara Hadiri Semarak Hari Jadi ke-59 Desa Simpang Dolok*

Selasa, 1 September 2026 - 20:49 WIB

*Bupati Batu Bara Pimpin Rakor Forkopimda, Perkuat Sinergi untuk Keamanan dan Pembangunan Daerah*

Selasa, 1 September 2026 - 16:28 WIB

Bapak-Anak Terseret Kasus Sabu, Pengembangan “AMBON” Buka Tabir 153 Gram di Pantai Labu

Selasa, 1 September 2026 - 15:27 WIB

GPM Bulog Karo Digelar, Harga Pangan Murah Bantu Warga Saat Erupsi Sinabung

Berita Terbaru