Teh Susu Telor (TST) Salah Satu Minuman Favorit Di Masyarakat Karo Sumatra Utara

DEBI APRIANTO

- Author

Rabu, 23 April 2025 - 08:36 WIB

50163 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Karo, tribun1.web.id //

Kabanjahe – Minuman Teh Susu Telor, yang juga dikenal sebagai Teh Talua atau TST, yang sangat digemari masyarakat Karo. salah satu pecinta minuman TST ini kita sebut Pak Unyil yang sangat pandai meracik minuman tersebut. Rabu (23/4/25)

“Saya sangat suka dengan minuman TST ini sehingga saya buat sendiri”. Ucap Unyil sambil tersenyum.

TST ini memiliki sejarah yang menarik dan beragam di Indonesia, terutama di Sumatera Barat. Minuman ini memiliki asal-usul yang berbeda-beda, dengan beberapa cerita yang mengaitkannya dengan tradisi Minangkabau, dimasa kolonial, dan bahkan legenda tentang pembangunan tugu Jam Gadang yang berada di bukit tinggi.

Teh Talua, sebagai nama dalam bahasa Minangkabau, memiliki makna “teh” dan “telur,” yang merujuk pada bahan utama minuman ini. Minuman ini sudah menjadi bagian dari budaya Minangkabau sejak lama dan sering diminum di berbagai acara tradisional.

Beberapa sumber menyebutkan bahwa Teh Talua muncul sebagai alternatif bagi masyarakat yang dilarang minum kopi oleh Belanda. Para pekerja kemudian membuat teh dari daun teh atau ampas teh pabrik dan mencampurnya dengan telur yang tidak laku di pasaran.

Ada pula cerita yang menyebutkan bahwa Teh Talua muncul dari kuning telur yang digunakan dalam pembangunan Jam Gadang dan kemudian dicampur dengan teh.

Teh Talua dulunya hanya dikenal di kedai-kedai tradisional, tetapi kini mulai populer di restoran dan kafe, serta dikenal luas sebagai minuman favorit di Karo, daerah Sumatra Utara dan Sumatera Barat.

Di karo, Teh Susu Telor dikenal dengan singkatan “TST,” yang biasa digunakan nama yang umum di masyarakat.

Secara keseluruhan, Teh Susu Telor (Teh Talua atau TST) memiliki sejarah yang kaya dan beragam, mulai dari tradisi Minangkabau hingga masa kolonial dan legenda lokal, yang membuatnya menjadi minuman yang unik dan populer di Indonesia.

(Debi A’a)

Berita Terkait

Hujan Deras Tak Surutkan Aksi Orang Tua Korban Keracunan MBG di Karo, Tuntut KLB dan Kompensasi
Jalan Udara–Simpang Empat Karo Akhirnya Diperbaiki, Warga Apresiasi Pemkab
Letkol Eddy Saputra Ginting, Sosok Intelijen yang Tetap Rendah Hati di Tanah Karo
.SWI Jabar Kawal Transparansi Anggaran Publik, Audiensi dengan Diskominfo Jabar Bahas Akses Informasi dan Kemitraan Media
Jembatan Garuda Kuta Pengkih Dibangun, TNI dan Warga Kompak Gotong Royong
GELORA Ora Et Labora Resmi Dikukuhkan, Empat Duta Literasi-Numerasi Dilantik
Dana Desa Medang Disorot, Hasil Pemeriksaan Inspektorat Masih Ditunggu
Aktivis LSM KOREK Laporkan Dugaan Penganiayaan di Kantor BPN Kota Bandung, Polisi Diminta Usut Tuntas

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 14:18 WIB

Meriahkan MotoGP Mandalika 2026, Polisi Perketat Pengamanan Festival Musik di Kawasan Sirkuit

Minggu, 11 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Lapas Labuhan Ruku Gelar Ibadah Minggu, 116 Warga Binaan Ikuti Pembinaan Kerohanian Kristen

Minggu, 11 Oktober 2026 - 09:36 WIB

Perkenalkan Pupuk Organik Cair Panentas, PT Tatanan Alam Segar Sasar Pecinta Tanaman di CFD Cipatat

Minggu, 11 Oktober 2026 - 09:05 WIB

Buka Festival Layang-layang, Bupati Batu Bara Dorong Pelestarian Olahraga Tradisional dan Pengembangan Wisata*

Minggu, 11 Oktober 2026 - 07:44 WIB

Polres Batu Bara Tingkatkan Patroli Blue Light dan KRYD, Antisipasi Kejahatan Jalanan serta Pastikan Stok BBM Aman

Minggu, 11 Oktober 2026 - 07:08 WIB

Polres Batu Bara Hadiri Opening Ceremony Gebyar Batu Bara Bertanjak Jilid VII Tahun 2026

Minggu, 11 Oktober 2026 - 01:42 WIB

Sat Binmas Polres Batu Bara Salurkan Tali Asih ke Lima Panti Asuhan

Minggu, 11 Oktober 2026 - 01:26 WIB

Dituduh Pemerasan Klien dalam Perkara TPPO, Kantor Hukum BDS Bantah Tegas dan Siap Tindaklanjuti ke Jalur Hukum

Berita Terbaru