Oknum Guru MTS Nurul Falah Cililin Diduga Aniaya dan Lecehkan Siswi, Orang Tua siswa grudug pihak sekolah

Edi Suprapto

- Author

Sabtu, 25 Oktober 2025 - 14:24 WIB

50241 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oknum Guru MTS Nurul Falah Cililin Diduga Aniaya dan Lecehkan Siswi, Orang Tua siswa grudug pihak sekolah

TRIBUN 1 .COM <>  Bandung Barat —
Seorang oknum guru di MTS Nurul Falah, Kampung Saar, Desa Karangtanjung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat, diduga melakukan kekerasan fisik dan verbal terhadap siswinya, Devina (14).

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Oknum Guru MTS Nurul Falah Cililin Diduga Aniaya dan Lecehkan Siswi, Orang Tua siswa grudug pihak sekolah

 

Awalnya, guru tersebut menampar Devina di dalam kelas, disaksikan teman-temannya. Kasus itu sempat diselesaikan secara kekeluargaan. Namun, belum lama berselang, oknum guru yang sama kembali berulah dengan melontarkan ucapan menghina dan merendahkan keluarga Devina di hadapan siswa lain.

“Ah si Devina mah teu nyaho saha bapana, indungna ge kawin geus 25 kali,” demikian ucapan guru itu yang diceritakan para saksi.

Orang tua Devina yang mengetahui hal itu langsung mendatangi sekolah untuk meminta klarifikasi. Dalam pertemuan yang dihadiri kepala sekolah, sempat terjadi adu mulut. Guru yang bersangkutan membantah dan menolak meminta maaf, meski saksi sudah dihadirkan.
Akhirnya, kepala sekolah meminta maaf atas nama lembaga dan berjanji akan melakukan pembinaan.

Keluarga Devina kini berencana melaporkan kasus ini ke pihak berwajib karena merasa telah dilecehkan dan nama baiknya dicemarkan.

Tindakan guru tersebut jelas melanggar UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan Permendikbud Nomor 82 Tahun 2015 tentang pencegahan kekerasan di satuan pendidikan. Jika terbukti, pelaku dapat dijerat pidana hingga 3,5 tahun penjara atau denda Rp72 juta.

Kepala sekolah menegaskan pihaknya akan berkoordinasi dengan Kemenag Bandung Barat untuk menindaklanjuti kasus ini.

“Kami tidak menoleransi kekerasan dalam bentuk apa pun di sekolah,” ujarnya.

Kasus ini menjadi peringatan keras bahwa guru harus menjadi teladan, bukan sumber ketakutan. Kekerasan, baik fisik maupun verbal, tidak memiliki tempat dalam dunia pendidikan. ( Tim liputan tribun 1 )

Berita Terkait

Uang Gadai dan Biaya Perbaikan Raib, Ardian Tuduh Leasing & Pemilik Mobil Main Mata di Gayo Lues
Dana CSR Karo Rp2 Miliar Disorot, Fraksi Harapan Desak Transparansi
Bantuan Beras untuk Pengungsi Sinabung Disalurkan, Bulog Karo Bagikan Masker
*Bupati Batu Bara Hadiri Semarak Hari Jadi ke-59 Desa Simpang Dolok*
Generasi Unggul dan Profesional, Kapolres Bireuen Pesankan Mahasiswa UNIKI Jadi Mitra Strategis Kepolisian
*Bupati Batu Bara Pimpin Rakor Forkopimda, Perkuat Sinergi untuk Keamanan dan Pembangunan Daerah*
Bapak-Anak Terseret Kasus Sabu, Pengembangan “AMBON” Buka Tabir 153 Gram di Pantai Labu
GPM Bulog Karo Digelar, Harga Pangan Murah Bantu Warga Saat Erupsi Sinabung

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 00:40 WIB

Kapolres Bireuen Terima Penghargaan sebagai Inisiator Penggerak Literasi Digital Kamtibmas Tahun 2026

Kamis, 11 Desember 2025 - 03:54 WIB

Brimob Polda Aceh Rangkul Warga Kubu, Bangun Jembatan Sling

Berita Terbaru