Tribun1.com – MATARAM – Workshop PPDS Kedokteran Kelautan digelar Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Mataram pada Kamis, 26 Februari 2026. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring sebagai langkah konkret memperkuat dan mengembangkan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Kedokteran Kelautan yang masih tergolong baru.
Workshop PPDS Kedokteran Kelautan dimoderatori Ketua Program Studi PPDS Kedokteran Kelautan FKIK Unram, Dr. dr. Yoga Pamungkas Susani, M.Med.Ed., Sp.KL, Subsp.PP(K). Acara dimulai pukul 13.30 WITA melalui Zoom Meeting dan diikuti pemangku kepentingan dari kalangan pendidikan serta sektor maritim.

PPDS Kedokteran Kelautan dibuka secara resmi oleh Dekan FKIK Unram, Dr. dr. Arfi Syamsun, Sp.KF., M.Si., Med. Dalam sambutannya, ia menjelaskan bahwa workshop ini bertujuan mengumpulkan bahan analisis eksternal terkait pasar calon mahasiswa serta calon pengguna lulusan spesialis kedokteran kelautan.
Menurut Arfi Syamsun, sosialisasi pangsa pasar lulusan masih belum efektif. Terutama dalam menjangkau stakeholder kemaritiman dan kepelabuhan, baik swasta maupun pemerintah. Padahal, kebutuhan tenaga medis spesialis di sektor maritim dinilai semakin penting.
Ia menegaskan bahwa PPDS Kedokteran Kelautan FKIK Unram merupakan program baru dengan izin penyelenggaraan yang terbit pada 16 Juni 2023. Sejak berdiri, program ini menghadapi tantangan untuk berkembang setara dengan program spesialis lain, termasuk dalam memastikan outcome lulusan SpKL.
Workshop menghadirkan Ketua Kolegium Kedokteran Kelautan, Dr. dr. Hisnindarsyah, SpKL., Subsp. KT(K)., SE., M.Kes., MH., C.FEM., FIHFAA., FISQua., FRSPH, FIMMA sebagai narasumber utama. Pengalamannya yang luas di bidang kedokteran kelautan dinilai penting dalam memberikan arah penguatan kompetensi.

Dalam materi berjudul “Pemaparan Kompetensi PPDS KL”, ia memaparkan standar kompetensi yang wajib dimiliki calon spesialis kedokteran kelautan. Standar ini menjadi fondasi penjaminan mutu lulusan serta penegasan wilayah pengabdian SpKL di Indonesia.
Ia juga menjelaskan peran strategis lulusan SpKL dalam sistem pelayanan kesehatan maritim nasional. Kompetensi yang terukur diharapkan mampu menjawab kebutuhan sektor pelayaran, kepelabuhan, dan industri kelautan.
Pemateri kedua, dr. Hesti Ekawati, M.MTr., Sp.KL., Subsp. KT (K), memaparkan peluang pasar pengguna lulusan. Ia menyoroti sektor kepelabuhan dan transportasi laut sebagai pangsa potensial yang membutuhkan tenaga spesialis kedokteran kelautan.
Workshop ini turut melibatkan pimpinan fakultas kedokteran dari Universitas Hang Tuah, Universitas Hasanuddin, dan Universitas Pattimura. Kehadiran para dekan dan wakil dekan menunjukkan komitmen kolaborasi antar perguruan tinggi dalam memajukan pendidikan kedokteran kelautan.
Dalam sesi diskusi, Sekretaris Program Studi FK UHT, Dr. dr. Titut Harnanik, Sp.KL, Subsp PH, memberikan masukan terkait tantangan pendidikan SpKL. Ia menekankan peran penting SpKL dalam mendukung maritime resilience atau ketahanan maritim nasional.
Melalui workshop ini, FKIK Universitas Mataram menegaskan komitmennya memperkuat kualitas pendidikan, memperluas jejaring pengguna lulusan, serta memastikan lulusan SpKL memiliki kompetensi terstandar dan relevan dengan kebutuhan sektor maritim Indonesia. (Red)














































