Prahara di Balik Kemenangan: Relawan Jeje–Asep Meradang, Merasa Ditinggalkan dan Siap “Buka Kartu”

Redaksi Jabar

- Author

Jumat, 20 Maret 2026 - 12:06 WIB

50229 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDUNG BARAT , TRIBUN1.Com // Kemenangan pasangan Jeje Ritchie Ismail dan H. Asep Ismail dalam Pilkada Kabupaten Bandung Barat (KBB) kian meredup. Di balik kemenangan tersebut, gejolak justru muncul dari barisan relawan yang merasa ditinggalkan setelah perjuangan panjang di lapangan.

Kekecewaan ini tidak lagi sebatas bisik-bisik. Sejumlah relawan mulai angkat suara, bahkan bersiap membuka fakta-fakta yang selama ini mereka simpan. Mereka merasa menjadi “alat kemenangan” yang kemudian dilupakan begitu kekuasaan diraih.

Adi, salah satu motor penggerak relawan, mengungkapkan bahwa kerja keras tim di akar rumput seolah tak bernilai. Ia menyebut, relawan yang dahulu menjadi tulang punggung pergerakan kini justru tersisih dari lingkar kekuasaan.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami yang berdarah-darah di lapangan, pasang spanduk, baliho, bahkan masuk ke pelosok desa tanpa pamrih. Tapi setelah mereka duduk, kami seperti tidak pernah ada,” tegas Adi.

Nada serupa juga datang dari Sobirin, yang akrab disapa Obing, relawan dari Kecamatan Cipatat. Ia mengaku sakit hati melihat kondisi pasca-kemenangan yang dinilai jauh dari semangat kebersamaan saat kampanye.

Menurut Obing, yang paling menyakitkan adalah masuknya figur-figur baru dalam lingkar kekuasaan yang justru tidak memiliki rekam jejak perjuangan.

“Kami ini berjuang dari nol, bukan datang saat sudah jadi. Tapi sekarang yang dipercaya justru orang-orang yang dulu tidak terlihat, bahkan diduga tidak memilih,” ujarnya dengan nada geram.

Para relawan menilai setidaknya ada tiga persoalan serius yang kini terjadi:
* . Minim Apresiasi: Tidak ada pengakuan moral maupun komunikasi terbuka kepada relawan awal.
* . Salah Kelola Kepercayaan: Posisi strategis dinilai diberikan kepada pihak luar yang tidak memiliki kontribusi nyata.
* . Krisis Komunikasi: Akses ke pendopo dan lingkungan pemerintahan dinilai tertutup bagi relawan akar rumput.

Fenomena ini memunculkan istilah yang kini ramai di kalangan relawan: “habis manis sepah dibuang.” Sebuah ungkapan yang menggambarkan rasa dikhianati oleh kepemimpinan yang mereka dukung sendiri.

Situasi ini dinilai berpotensi menjadi bom waktu politik. Ketidakpuasan relawan bukan hanya berdampak pada internal tim, tetapi juga bisa menggerus kepercayaan publik yang sebelumnya menjadi basis kemenangan.

“Kalau kondisi ini dibiarkan, bukan tidak mungkin kami akan bicara lebih jauh ke publik. Banyak hal yang kami tahu selama proses pemenangan,” sindir Obing, memberi sinyal adanya potensi konflik yang lebih terbuka.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Jeje Ritchie Ismail maupun H. Asep Ismail terkait gelombang kekecewaan dari barisan relawan tersebut.

Publik kini menanti langkah konkret: apakah kepemimpinan baru akan merangkul kembali para pejuang awal, atau membiarkan luka politik ini berkembang menjadi krisis kepercayaan yang lebih luas. Red **

Berita Terkait

Anak Sudah Masuk Ranking, Orang Tua Mengaku Terkejut Saat Dinyatakan Tidak Lolos
Disabilitas Berdaya”, Sinergi Lintas Sektor Hadirkan Harapan Baru bagi Kemandirian Ekonomi Penyandang Disabilitas
Penilaian Bermakna Ubah Pembelajaran IPA di SMPN Satu Atap 4 Barusjahe, 88 Persen Siswa Capai Target Belajar
Pangdam I/Bukit Barisan Tekankan Disiplin dan Profesionalisme Saat Kunjungi Yonif 125/Simbisa di Kabanjahe
Ahli Waris Ahim Pasang Plang Kepemilikan di Tanah Lapang Sukarame, Sengketa Lahan di Desa Ciptaharja Kembali Mencuat
Semangat Kebersamaan Warnai Pembukaan Jambore GTK PAUD Kabupaten Subang 2026, Dorong Mutu Pendidikan Anak Usia Dini
Dewan Pers Tekankan Wartawan Aktif Harus Bernaung dalam Organisasi yang Tepat, SWI Siap Menindaklanjuti
Merajut Kenangan, Menatap Masa Depan: SMK BANI ABDUL MALIK Gelar Pelepasan Siswa Kelas XII Penuh Makna

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 23:04 WIB

Kapolres Batu Bara Gelar Pengajian dan Santuni Anak Yatim, Wujud Kepedulian dan Kebersamaan

Kamis, 16 Juli 2026 - 18:01 WIB

Polres Batu Bara Laksanakan Patroli dan Pengecekan SPBU, Pastikan Distribusi BBM Berjalan Aman dan Lancar

Kamis, 16 Juli 2026 - 15:31 WIB

Subdit Regident Ditlantas Polda Sumut Ingatkan Masyarakat: Berita Pemutihan Pajak Kendaraan Gratis HOAX

Kamis, 16 Juli 2026 - 15:03 WIB

Wujudkan Personel yang Bersahaja dan Tulus, Korsabhara Baharkam Polri Intensifkan Pembekalan Karakter

Kamis, 16 Juli 2026 - 14:50 WIB

Sat Samapta Polres Batu Bara Laksanakan Patroli Rutin Roda-4 Malam Hari – Cek Persedian BBM di Lima SPBU, Kamtibmas Aman Kondusif

Kamis, 16 Juli 2026 - 14:10 WIB

Polres Batu Bara Gelar Patroli Gabungan Antisipasi Gangguan Kamtibmas – Apel Kesiapan Dipimpin Pawas AKP Lumban Sirait

Kamis, 16 Juli 2026 - 13:51 WIB

Polsek Medang Deras Amankan Antrian Pengisian BBM di SPBU Pagurawan – Keterlambatan Pengiriman Sebabkan Kemacetan

Kamis, 16 Juli 2026 - 13:27 WIB

Sat Samapta Polres Batu Bara Laksanakan Patroli Kota Rutin Blue Light – Antisipasi Kejahatan di SP.Dolok hingga Jalinsum Lima Puluh-Kisaran

Berita Terbaru