Tribun1.com – LANGKAT – Ground Breaking Jembatan Perintis dilakukan Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Hendy Antariksa di Kelurahan Bela Rakyat, Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Senin (6/4/2026) pagi. Kegiatan ini menjadi bagian dari program TNI AD membantu pemerintah mengatasi kesulitan akses masyarakat melalui pembangunan jembatan perintis.
Ground Breaking Jembatan Perintis tersebut dilaksanakan secara terpusat di wilayah Kodam I/Bukit Barisan dan diikuti melalui video conference dengan sejumlah daerah. Pangdam menyampaikan bahwa pembangunan jembatan dilakukan sebagai upaya mempercepat konektivitas antarwilayah, terutama di daerah yang sulit dijangkau.

“Dari 320 jembatan yang akan dibangun di wilayah Kodam I/BB, sebanyak 144 jembatan telah tuntas dikerjakan. Secara nasional direncanakan pembangunan mencapai 6.000 jembatan,” ujar Pangdam I/BB Mayjen TNI Hendy Antariksa.
Ground Breaking Jembatan Perintis di Kecamatan Kuala turut dihadiri Wakil Bupati Langkat Thioruta Surbakti SH yang mewakili Bupati Langkat, Irdam I/BB Brigjen TNI Josafath M. Robert Duka, Asops Kasdam Kolonel Inf Eko Anthoni Chandra, Danrem 022/PT Kolonel Inf Sandi Kamidianto, Dandim 0203/Langkat Letkol Inf Medwin Sangkakala, Danyonif 100/PS Letkol Inf Agus Rangkuti, Kapolres Langkat AKBP David Triyo Prasojo, Kajari Langkat, unsur Forkopimca, serta ratusan warga.
Dalam kesempatan tersebut, Pangdam I/BB melakukan video conference dengan Bupati Nias, Dandim Nias, dan Dandim 0208/Asahan. Pemerintah daerah yang terhubung menyampaikan apresiasi atas pembangunan jembatan yang dinilai sangat membantu masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Nias menyampaikan bahwa keberadaan jembatan perintis mempermudah mobilitas warga. Hal serupa juga disampaikan Dandim 0208/Asahan Letkol Inf Edy Syahputra yang membawa pesan masyarakat dan Forkopimda setempat.
“Masyarakat mengucapkan terima kasih karena TNI AD telah memberikan jembatan baru bagi warga,” ujar Dandim 0208/Asahan dalam video conference.

Ground Breaking Jembatan Perintis di Kecamatan Kuala merupakan hasil sinergi Kodam I/BB, Kodim 0203/Langkat, Pemerintah Kabupaten Langkat, dan masyarakat. Pangdam menegaskan pembangunan dilakukan berdasarkan aspirasi warga yang selama ini mengalami kesulitan akses penyeberangan.
Jembatan Perintis Garuda yang dibangun memiliki panjang sekitar 40 meter dan lebar 1,5 meter. Pengerjaan dilakukan oleh 30 personel Kodim 0203/Langkat dibantu masyarakat serta tim teknis. Target penyelesaian ditetapkan selama 90 hari.
Jembatan gantung tersebut dirancang untuk akses pejalan kaki dan kendaraan roda dua. Kehadiran jembatan diharapkan memangkas jarak tempuh antar dusun, memudahkan petani menuju lahan, serta mempercepat akses anak sekolah.
Pangdam berharap jembatan tersebut menjadi penggerak ekonomi masyarakat. Ia juga meminta warga menjaga dan merawat jembatan agar dapat digunakan dalam jangka panjang.

Dalam dialog bersama warga, sejumlah masyarakat menyampaikan rasa syukur atas pembangunan jembatan tersebut. Warga mengaku selama puluhan tahun hanya menggunakan jalan setapak untuk menyeberang dan sering mengalami kecelakaan.
Putra (52) dan Suherman (46) mengatakan kehadiran jembatan akan menghemat waktu perjalanan hingga satu jam atau sekitar tiga kilometer. Mereka berharap pembangunan tersebut mampu meningkatkan aktivitas ekonomi warga, terutama bagi petani di wilayah Kecamatan Kuala.
Selain ground breaking, Pangdam I/BB bersama Wakil Bupati Langkat dan unsur Forkopimda juga menyerahkan bantuan sembako kepada masyarakat. Kegiatan tersebut turut disertai penyerahan ratusan bibit pohon produktif seperti durian dan alpukat untuk mendukung ekonomi warga.(Debi A’a)














































