Tribun1.com-BANDUNG BARAT — Kondisi bangunan SMP Negeri 2 Ngamprah, Desa Tanimulya, Kabupaten Bandung Barat (KBB), kembali menjadi sorotan. Sejumlah ruang kelas dilaporkan mengalami kerusakan, mulai dari plafon jebol, dinding mengelupas hingga bagian lantai yang mengalami kerusakan.
Saat awak media berupaya meminta keterangan terkait kondisi sarana dan prasarana sekolah serta langkah perbaikan yang telah dilakukan, Kepala SMP Negeri 2 Ngamprah, Agus Samsu Permana, S.Pd., M.Pd., disebut menunjukkan sikap emosional dan enggan memberikan penjelasan secara terbuka.
Sikap tersebut menimbulkan tanda tanya, terlebih kondisi sejumlah ruang kelas di sekolah tersebut dinilai membutuhkan penanganan segera agar tidak mengganggu kenyamanan dan keamanan siswa dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar.
Sebelumnya, Plt Kepala Dinas Pendidikan KBB, Edy Syafrudin, mengakui bahwa kerusakan di SMP Negeri 2 Ngamprah masuk kategori rusak sedang. Pemerintah daerah berencana melakukan rehabilitasi terhadap tiga ruang kelas pada tahun ini dengan perkiraan anggaran sekitar Rp400 juta.
Di sisi lain, warga dan sejumlah wali murid meminta adanya keterbukaan mengenai pengelolaan anggaran sekolah, termasuk penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
Munculnya pertanyaan dari masyarakat tersebut bukan berarti telah membuktikan adanya penyalahgunaan dana BOS. Namun, warga meminta instansi berwenang melakukan pemeriksaan dan audit terhadap pengelolaan keuangan sekolah untuk memastikan seluruh anggaran digunakan sesuai peruntukan.
“Kami meminta aparat penegak hukum maupun instansi terkait turun tangan untuk memeriksa dan mengaudit pengelolaan anggaran sekolah. Kalau memang semuanya sudah sesuai aturan, tentu harus bisa dijelaskan secara terbuka kepada masyarakat,” ujar salah seorang warga yang meminta identitasnya tidak disebutkan.
Wali murid juga berharap pemerintah daerah tidak hanya melakukan perbaikan terhadap tiga ruang kelas, tetapi memastikan seluruh fasilitas sekolah yang mengalami kerusakan dapat ditangani secara bertahap.
Masyarakat menilai transparansi sangat diperlukan agar tidak muncul dugaan atau spekulasi mengenai pengelolaan anggaran sekolah. Karena itu, pemeriksaan oleh instansi yang berwenang dinilai menjadi langkah penting untuk memastikan kondisi sebenarnya.
Hingga berita ini ditulis, diperlukan keterangan lebih lanjut dari pihak SMP Negeri 2 Ngamprah terkait pengelolaan dana BOS, kondisi sarana dan prasarana sekolah, serta alasan belum dilakukannya perbaikan terhadap sejumlah bagian bangunan yang rusak.”Red Tribun1″














































