Tribun 1.com Bandung Barat- Tingkatkan Aksesibilitas Warga cidadap, Pengaspalan Jalan Lingkungan di Desa Padalarang Kecamatan Padalarang Kabupaten Bandung Barat Resmi Digelar.
Rabu19/8/2026
PADALARANG,– Langkah nyata dalam memperbaiki infrastruktur pedesaan kembali direalisasikan di Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat. Komitmen untuk meningkatkan kenyamanan mobilitas warga diwujudkan melalui proyek pengaspalan jalan lingkungan yang menyasar tiga titik sentral di Desa Padalarang, yakni wilayah RW 10, RW 13, dan RW 16.
Program perbaikan jalan ini bersumber dari Pokok Pikiran (Pokir) anggota DPRD Kabupaten Bandung Barat, Hj. Pipih Supriati, S.E. Proyek tersebut dikerjakan oleh penyedia jasa teknis CV Fauzan dengan skema alokasi anggaran Rp75 juta untuk tiap-tiap RW. Adapun pengerjaan teknis mencakup pengaspalan jalan sepanjang 100 meter di RW 13 dan RW 16, sementara di RW 10 pengerjaan disesuaikan dengan volume serta kontur jalan gang pemukiman setempat.
Perwakilan CV Fauzan, Firman, menegaskan bahwa pengerjaan fisik di lapangan dilakukan secara transparan tanpa mengunduh sumbangan atau swadaya biaya dari warga. Pihaknya mengandalkan sinergi penuh bersama pemuda setempat guna mendukung kelancaran operasional.
”Proyek ini berjalan murni dari anggaran aspirasi tanpa ada pungutan swadaya masyarakat. Dalam pelaksanaannya, kami berkolaborasi aktif dengan Karang Taruna Desa Padalarang untuk mendampingi serta mengawasi pengerjaan di lokasi,” kata Firman.
Dukungan penuh turut disuarakan oleh jajaran pemuda. Ketua Karang Taruna Desa Padalarang, Irsan, menyampaikan apresiasi mendalam atas pengawalan aspirasi yang direalisasikan oleh Hj. Pipih Supriati.
Menurutnya, pembenahan akses jalan ini membawa dampak langsung bagi pergerakan ekonomi dan aktivitas harian warga.
”Kami mengapresiasi dan berterima kasih kepada Ibu Hj. Pipih Supriati, S.E. Realisasi pokir ini sangat dinantikan warga.
Harapan kami, langkah ini menjadi awal dari pemerataan jalan mulus di seluruh wilayah Padalarang agar program dewan makin tepat sasaran,” ungkap Irsan.
Bersama perwakilan Karang Taruna RW 16, Febi Sanusi, pihak Karang Taruna berkomitmen menjalankan peran kontrol sosial secara vintensif selama proyek berlangsung. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi potensi hambatan komunikasi serta memastikan kualitas pengaspalan selesai sesuai standar yang diharapkan masyarakat.
“Red k.Tamsli”














































