Batubara – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Labuhan Ruku terus berkomitmen meningkatkan pembinaan kepribadian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) melalui kegiatan ibadah kerohanian Kristen yang dilaksanakan di Gereja Oikumene Lapas Labuhan Ruku, Minggu (11/10). Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut diikuti oleh 116 warga binaan, terdiri atas 109 pria dan 7 wanita.
Pelaksanaan ibadah kali ini dilayani oleh 12 orang pelayan Tuhan dari HKNP Silao Laut. Rangkaian ibadah diawali dengan pujian yang dipimpin oleh St. I. Butar Butar, diiringi oleh singer S. Silalahi dan P. Hutasoit. Suasana ibadah berlangsung dengan khidmat, memberikan kesempatan bagi warga binaan untuk beribadah, mengungkapkan rasa syukur, serta memperkuat hubungan spiritual dengan Tuhan Yang Maha Esa.
Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan doa syafaat yang dibawakan oleh Candra Sinaga, kemudian pujian penyambutan firman Tuhan. Firman Tuhan disampaikan oleh Cln. Bvr. Winda Safnina Sinaga, S.Ag., dengan tema “Allah Menyukai Kasih Setia” yang berlandaskan Kitab Hosea 6:1–6. Dalam penyampaian firman tersebut, peserta diajak untuk memahami pentingnya kasih setia kepada Tuhan serta menerapkan nilai-nilai kasih, kesetiaan, dan pertobatan dalam kehidupan sehari-hari.
Rangkaian ibadah ditutup dengan pujian penutup dan doa berkat. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pembinaan kerohanian yang bertujuan menumbuhkan keimanan dan ketakwaan warga binaan, sekaligus membangun kesadaran untuk memperbaiki diri selama menjalani masa pidana. Melalui pembinaan yang berkesinambungan, warga binaan diharapkan mampu mengembangkan sikap dan perilaku yang lebih positif sebagai bekal ketika kembali ke tengah masyarakat.
Kepala Lapas Kelas IIA Labuhan Ruku, Hamdi Hasibuan, menegaskan bahwa pembinaan kerohanian merupakan bagian penting dalam proses pembentukan karakter warga binaan. Oleh karena itu, kegiatan ibadah rutin diharapkan terus terlaksana secara berkesinambungan melalui koordinasi dan kerja sama dengan pihak pelayanan gereja. Lapas Labuhan Ruku berkomitmen memberikan ruang pembinaan keagamaan sesuai dengan keyakinan masing-masing warga binaan guna mendukung proses pembinaan yang humanis, terarah, dan berkelanjutan.














































