Prahara di Balik Kemenangan: Relawan Jeje–Asep Meradang, Merasa Ditinggalkan dan Siap “Buka Kartu”

Redaksi Jabar

- Author

Jumat, 20 Maret 2026 - 12:06 WIB

50187 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDUNG BARAT , TRIBUN1.Com // Kemenangan pasangan Jeje Ritchie Ismail dan H. Asep Ismail dalam Pilkada Kabupaten Bandung Barat (KBB) kian meredup. Di balik kemenangan tersebut, gejolak justru muncul dari barisan relawan yang merasa ditinggalkan setelah perjuangan panjang di lapangan.

Kekecewaan ini tidak lagi sebatas bisik-bisik. Sejumlah relawan mulai angkat suara, bahkan bersiap membuka fakta-fakta yang selama ini mereka simpan. Mereka merasa menjadi “alat kemenangan” yang kemudian dilupakan begitu kekuasaan diraih.

Adi, salah satu motor penggerak relawan, mengungkapkan bahwa kerja keras tim di akar rumput seolah tak bernilai. Ia menyebut, relawan yang dahulu menjadi tulang punggung pergerakan kini justru tersisih dari lingkar kekuasaan.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami yang berdarah-darah di lapangan, pasang spanduk, baliho, bahkan masuk ke pelosok desa tanpa pamrih. Tapi setelah mereka duduk, kami seperti tidak pernah ada,” tegas Adi.

Nada serupa juga datang dari Sobirin, yang akrab disapa Obing, relawan dari Kecamatan Cipatat. Ia mengaku sakit hati melihat kondisi pasca-kemenangan yang dinilai jauh dari semangat kebersamaan saat kampanye.

Menurut Obing, yang paling menyakitkan adalah masuknya figur-figur baru dalam lingkar kekuasaan yang justru tidak memiliki rekam jejak perjuangan.

“Kami ini berjuang dari nol, bukan datang saat sudah jadi. Tapi sekarang yang dipercaya justru orang-orang yang dulu tidak terlihat, bahkan diduga tidak memilih,” ujarnya dengan nada geram.

Para relawan menilai setidaknya ada tiga persoalan serius yang kini terjadi:
* . Minim Apresiasi: Tidak ada pengakuan moral maupun komunikasi terbuka kepada relawan awal.
* . Salah Kelola Kepercayaan: Posisi strategis dinilai diberikan kepada pihak luar yang tidak memiliki kontribusi nyata.
* . Krisis Komunikasi: Akses ke pendopo dan lingkungan pemerintahan dinilai tertutup bagi relawan akar rumput.

Fenomena ini memunculkan istilah yang kini ramai di kalangan relawan: “habis manis sepah dibuang.” Sebuah ungkapan yang menggambarkan rasa dikhianati oleh kepemimpinan yang mereka dukung sendiri.

Situasi ini dinilai berpotensi menjadi bom waktu politik. Ketidakpuasan relawan bukan hanya berdampak pada internal tim, tetapi juga bisa menggerus kepercayaan publik yang sebelumnya menjadi basis kemenangan.

“Kalau kondisi ini dibiarkan, bukan tidak mungkin kami akan bicara lebih jauh ke publik. Banyak hal yang kami tahu selama proses pemenangan,” sindir Obing, memberi sinyal adanya potensi konflik yang lebih terbuka.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Jeje Ritchie Ismail maupun H. Asep Ismail terkait gelombang kekecewaan dari barisan relawan tersebut.

Publik kini menanti langkah konkret: apakah kepemimpinan baru akan merangkul kembali para pejuang awal, atau membiarkan luka politik ini berkembang menjadi krisis kepercayaan yang lebih luas. Red **

Berita Terkait

Pengeroyokan Maut di Perbesi Gegerkan Karo, Korban Tewas Usai Diduga Dipicu Arena Judi Ilegal
Narkoba Hancurkan Masa Depan, Polres Karo Serukan Generasi Muda Bangun Prestasi
Jembatan Aramco Rampung, Akses 3.208 Warga Lau Garut Kini Lebih Aman
Patroli Lingkaber Bergerak Cepat, Puluhan Remaja di Kabanjahe Diimbau Bubar Demi Cegah Tawuran
Pengamanan Ketat Kerja Tahun Barusjahe Berlangsung Meriah, Kapolsek Pastikan Pesta Adat Aman dan Kondusif
Narkoba Digempur! Polres Tanah Karo Bongkar 26 Kasus Selama Mei 2026
AKPERSI Buka Suara: FGD Pendidikan Bukan Proyek Berbayar, Semua Partisipasi Sukarela
Mediasi Konflik Bunuraya-Kubu Simbelang Temui Solusi Damai, Pemkab Karo Bergerak Cepat

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 22:27 WIB

Pengeroyokan Maut di Perbesi Gegerkan Karo, Korban Tewas Usai Diduga Dipicu Arena Judi Ilegal

Sabtu, 30 Mei 2026 - 14:47 WIB

Narkoba Digempur! Polres Tanah Karo Bongkar 26 Kasus Selama Mei 2026

Rabu, 20 Mei 2026 - 14:26 WIB

Pengedar Sabu Dibekuk Tim Intel Gabungan, Perang Narkoba di Karo Makin Digencarkan

Rabu, 20 Mei 2026 - 01:35 WIB

Satresnarkoba Polres Batu Bara kembali Ungkap Kasus Peredaran Shabu dalam ops antik Toba 2026.

Selasa, 19 Mei 2026 - 15:36 WIB

Sabu Berastagi Digulung, Pria 60 Tahun Ditangkap Polisi di Desa Gurusinga

Selasa, 19 Mei 2026 - 15:14 WIB

Diduga Narkoba di Karo Digerebek, Petani Ditangkap Bawa Sabu dan Pecahan Ekstasi

Selasa, 19 Mei 2026 - 15:00 WIB

Narkoba Merusak Masa Depan, Kapolres Karo Ingatkan Ancaman Penjara hingga Hukuman Mati

Selasa, 21 April 2026 - 07:47 WIB

Dugaan Penyalahgunaan Nama PT VAS Mencuat, Transaksi Pajak Muncul Meski Perusahaan Sudah Tidak Beroperasi

Berita Terbaru

error: Content is protected !!