Tribun1.com – LANGKAT – TMMD 128 Langkat memasuki hari kedua pelaksanaan, Satgas Kodim 0203/Langkat langsung menggenjot pekerjaan fisik berupa pelebaran dan pengerasan badan jalan di Desa Pasar Rawa, Kecamatan Gebang, Kabupaten Langkat, Kamis (23/4/2026).
TMMD 128 Langkat fokus pada pembangunan jalan sepanjang 1.500 meter dengan lebar 4 meter yang menghubungkan Dusun I, Dusun II, dan Dusun III. Progres pekerjaan mulai terlihat setelah Satgas TMMD bersama warga melakukan pengerjaan secara intensif sejak hari pertama.
Program TMMD 128 Langkat tersebut merupakan kegiatan lintas sektoral untuk mempercepat pembangunan wilayah pedesaan. Jalan yang dibangun di Desa Pasar Rawa diharapkan menjadi akses utama mobilitas masyarakat sekaligus memperlancar distribusi hasil pertanian warga.

Pasiter Kodim 0203/Langkat Kapten Inf Supriadi mengatakan pembangunan infrastruktur jalan desa menjadi prioritas utama dalam program TMMD 128. Menurutnya, perbaikan akses transportasi akan berdampak langsung pada peningkatan ekonomi masyarakat.
“Dengan infrastruktur yang baik, biaya angkut hasil bumi akan turun, produktivitas petani meningkat, dan pada akhirnya akan mendorong pertumbuhan ekonomi desa melalui peningkatan mobilitas warga,” ujar Kapten Inf Supriadi.
Pelebaran dan pengerasan jalan sepanjang 1.500 meter tersebut dilakukan menggunakan alat berat yang didukung tenaga Satgas TMMD dan masyarakat setempat. Kolaborasi ini mempercepat proses pekerjaan agar sasaran fisik dapat selesai tepat waktu.
Selain mempercepat akses antar dusun, pembangunan jalan TMMD 128 Langkat juga bertujuan mempermudah mobilisasi warga serta distribusi hasil pertanian. Jalan yang sebelumnya sempit dan sulit dilalui kini mulai terbuka dan lebih layak digunakan kendaraan.
Satgas TMMD 128 Kodim 0203/Langkat menegaskan kegiatan ini dikerjakan secara gotong royong sebagai bentuk kemanunggalan TNI dan rakyat. Semangat kebersamaan terlihat dari keterlibatan warga yang turut membantu pekerjaan di lapangan.
Program TMMD 128 di Desa Pasar Rawa diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat pedesaan. Dengan akses jalan yang lebih baik, mobilitas warga menjadi lebih lancar dan kegiatan ekonomi desa dapat berkembang lebih cepat. (Debi A’a)








































