Ketika Keadilan Terlindas: Tragedi Affan dan Gelombang Api Kemarahan Rakyat Membara di Makassar

ADI DG SILELE

- Author

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 03:30 WIB

50146 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Ananda Eka Saputra, S.H., M.H. (Pengacara/Praktisi Hukum)

Jumat, 29 Agustus 2025,

Tribun1.com – Makassar, Opini – kembali menjadi panggung gejolak. Ribuan mahasiswa, pengemudi ojek online, dan masyarakat sipil turun ke jalan menyuarakan solidaritas atas wafatnya Affan Kurniawan. Nama Affan kini menjadi simbol luka rakyat kecil, yang merasa hidupnya tak lagi aman bahkan di negeri sendiri. Demonstrasi ini adalah luapan kemarahan, sekaligus jeritan keadilan yang lama terpendam.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bagi kami, pemuda, demonstrasi bukan sekadar kerumunan massa. Ia adalah bentuk kepedulian, bukti bahwa generasi muda tidak diam saat ketidakadilan menimpa. Konstitusi pun menegaskan hak warga untuk berkumpul dan bersuara. Namun, saya harus menegaskan, hak itu bukan tanpa batas. Ketika aksi berubah menjadi perusakan, pembakaran, hingga merenggut korban jiwa, maka semangat perjuangan tercederai. Pemuda sejati harus dikenal karena keberanian dan moralitasnya, bukan anarkismenya.

Sebagaimana firman Allah dalam QS. An-Nisa:135
“Wahai orang-orang yang beriman! Jadilah kamu penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah, sekalipun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapak dan kaum kerabatmu.”

Ayat ini mengingatkan kita bahwa perjuangan pemuda hakikatnya adalah ikhtiar menegakkan keadilan. Namun keadilan itu hanya bisa tegak jika diperjuangkan!

Negara juga tak bisa hanya menuding.
Api di Makassar adalah cermin kegagalan negara membuka ruang dialog. Jika suara rakyat selalu dijawab dengan tembok aparat, maka wajar bila jalanan menjadi mimbar alternatif. Kasus Affan harus dituntaskan dengan transparan. Jangan sampai tragedi ini hanya menjadi angka statistik yang cepat dilupakan. Negara wajib hadir memberi kepastian hukum, bukan sekadar menertibkan dengan kekerasan.

Sejarah mengajarkan, pemuda selalu menjadi motor perubahan: dari 1908, 1928, hingga 1998. Bedanya, dulu pemuda disebut pahlawan, kini sering dicap perusuh. Di titik inilah kami harus membuktikan! Pemuda tetap harapan bangsa, bukan ancaman.

Makassar hari ini memberi pelajaran berharga. Di balik kobaran api, masih ada bara semangat yang bisa diarahkan menjadi cahaya perubahan. Pemuda harus tetap berdiri di garis depan, tetapi dengan hati yang jernih dan strategi yang bermartabat. Dan negara harus belajar, bahwa mengabaikan suara rakyat hanya akan melahirkan gejolak yang lebih besar.

Pemuda adalah harapan, bukan ancaman. Dari Makassar, kami ingin menyampaikan pesan: dengarkan suara rakyat sebelum terlambat. Karena ketika suara hati terus dibungkam, jalananlah yang akan berbicara.(*/FDM)

Berita Terkait

.SWI Jabar Kawal Transparansi Anggaran Publik, Audiensi dengan Diskominfo Jabar Bahas Akses Informasi dan Kemitraan Media
Aktivis LSM KOREK Laporkan Dugaan Penganiayaan di Kantor BPN Kota Bandung, Polisi Diminta Usut Tuntas
Dari Surabaya untuk Indonesia Timur, SWI Perkuat Kompetensi dan Profesionalisme Wartawan
Kebakaran Mardinding Karo, 8 Rumah Hangus dan TNI Bergerak Cepat
Bersama dalam Shalawat, Bersatu dalam Syukur: Kehangatan Maulid Nabi di Babakan Talang Menyentuh Hati Jamaah
Kesbangpol dan SWI Jabar Perkuat Hubungan Profesional demi Informasi yang Berkualitas
Menata Masa Depan Rumah Tangga, KUA Lembang Gelar Bimbingan Pra Nikah untuk Puluhan Pasangan
DPP XTC Indonesia Nyatakan Sikap Tegas: Persatuan Dijaga, Penyalahgunaan Identitas Diproses Hukum

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 19:02 WIB

Situasi Genting di Lawe Alas: Jebolnya Tanggul Sungai dan Aktifitas Tambang Galian C Dinilai Melanggar Undang-Undang

Selasa, 29 September 2026 - 20:49 WIB

Bantuan Pemda Aceh Rp 323,5 Juta, Untuk Kebakaran Agara. Diduga Meguap Kemana sekitar Rp 240 Juta.

Senin, 20 Juli 2026 - 00:30 WIB

Dugaan Penyimpangan Pengelolaan Dana BOS dan PIP di SDN 2 Biak Muli Minta Diusut Hingga Tuntas

Senin, 6 Juli 2026 - 13:53 WIB

Grasstrack Kapolres Agara Sukses Digelar, Semangat Bhayangkara dan Prestasi Berpacu di Sirkuit IMI Aceh Tenggara

Sabtu, 23 Mei 2026 - 18:22 WIB

BPJN Aceh 3.5 Bersihkan Ruas Jalan Nasional Terdampak Banjir di Desa Kuning dan Lawe Tua Persatuan

Kamis, 7 Mei 2026 - 06:59 WIB

Truk Diduga Angkut Gondorukem Terjun ke Jurang di Agara, Nopol Ditutup, Lokasi Dijaga Ketat

Kamis, 23 April 2026 - 02:45 WIB

Politik Kotor Mengendap di Spanduk: Saat Wajah Demokrasi Aceh Dicoreng Oknum Tak Bertanggung Jawab

Selasa, 14 April 2026 - 19:54 WIB

Rabusin Menyuarakan Kepastian Hukum di Tengah Sengketa Agraria yang Diuji di Pengadilan Negeri Blangkejeren

Berita Terbaru