JE’NEPONTO – TRIBUN1.COM | Kodim 1425/Jeneponto melalui Danunit Intel, Letda Elma, membantah keras isu yang menyebut adanya “bos besar” oknum TNI dalam dugaan aktivitas solar ilegal di wilayah Kabupaten Jeneponto.Sulawese selatan. 29/03/2026
Menurut Letda Elma, pemberitaan yang beredar di sejumlah media online tidak sesuai dengan fakta di lapangan. Ia menegaskan bahwa dalam kegiatan yang
dilakukan oleh pihaknya, tidak ditemukan
adanya solar ilegal.
“Kami hanya menemukan jeregen dalam kondisi kosong saat melakukan pemantauan wilayah. Tidak ada barang bukti berupa solar ilegal seperti yang diberitakan,Di media,beberapa hari lalu,ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa kegiatan yang dilakukan pada malam tersebut bukanlah penggerebekan, melainkan
hanya pemantauan di lokasi yang sebelumnya sempat menjadi perhatian, yakni di area SPBU Tarowang.
“Saat itu kami hanya melakukan peninjauan lokasi, bukan penggerebekan.
Tidak ada perintah dari Pasi Intel Kapten
Muktar untuk melakukan penggerebekan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Letda Elma mengungkapkan
bahwa saat kegiatan berlangsung terdapat pihak lain di lokasi yang tidak memperkenalkan diri sebagai wartawan.
Hal ini membuat pihaknya terkejut ketika
keesokan harinya muncul pemberitaan yang menyeret nama TNI.
“Kami tidak mengetahui bahwa ada pihak yang ikut dan kemudian memberitakan hal yang tidak sesuai dengan fakta,” tambahnya.
Sementara itu, Pasi Intel Kodim 1425/Jeneponto, Kapten Muktar, juga membantah tuduhan yang menyebut dirinya menerima setoran dari pihak
SPBU.
“Saya tidak pernah menerima apapun dari SPBU. Tuduhan itu tidak benar dan saya keberatan dengan isu tersebut,” tegasnya.
Sejumlah pengelola SPBU di Jeneponto
turut memberikan klarifikasi.
Wahab, Manager SPBU Tarowang, menyatakan tidak mengenal Kapten Muktar dan tidak pernah memberikan setoran dana.
Hal senada disampaikan oleh pihak SPBU lainnya, termasuk Candra dari SPBU
Kalukuang dan penanggung jawab SPBU Jalan Lingkar, yang menegaskan tidak pernah ada komunikasi maupun setoran kepada pihak intel Kodim.
Fadilah, admin SPBU Bulo-Bulo, juga menyoroti maraknya informasi yang
dinilai tidak akurat.
Berita hoaks jangan dibesar-besarkan.
Harusnya dicek dulu kebenarannya. Kami tidak pernah memberikan setoran
kepada siapapun,” ujarnya.
Sementara itu, Angga Rezky, pengawas SPBU BNI Kabupaten Jeneponto, juga
menegaskan bahwa pihaknya tidak
mengenal Kapten Muktar dan tidak pernah memberikan setoran dalam bentuk apapun.
Dengan berbagai klarifikasi tersebut,
Kodim 1425/Jeneponto menegaskan bahwa isu yang beredar tidak benar dan mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi serta selalu melakukan
pengecekan kebenaran sebelum
menyebarkan informasi. Tutupnya.
Pewarta: Tw/tim








































