Tribin1.com-BandungbBarat— Pemerintah Desa Tugu Mukti, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, menggelar rangkaian kegiatan peringatan Hari Jadi atau Milangkala ke-42 Desa Tugu Mukti. Kegiatan tersebut berlangsung semarak namun tetap penuh khidmat, dengan melibatkan berbagai unsur pemerintahan, tokoh masyarakat, serta masyarakat Desa Tugu Mukti.
Peringatan Milangkala ke-42 ini menjadi momentum penting bagi masyarakat untuk kembali mengenang perjalanan panjang berdirinya Desa Tugu Mukti yang secara historis merupakan hasil pemekaran dari Desa Pasir Halang pada tahun 1984.
Sejumlah unsur pemerintahan dan tokoh masyarakat turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Camat Cisarua Iwan, Kapolsek Cisarua Kompol Iwan Setiawan, S.H., M.H., CPHR., Danramil Cisarua, Kepala Puskesmas, Kepala UPT KB, serta para tokoh masyarakat dan perwakilan berbagai elemen masyarakat Desa Tugu Mukti.
Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa peringatan Milangkala bukan sekadar agenda seremonial pemerintahan desa, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat hubungan antara pemerintah, aparat kewilayahan, tokoh masyarakat, dan warga.
Rangkaian kegiatan Milangkala ke-42 dilaksanakan atas dorongan dan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat. Semangat gotong royong warga terlihat dalam berbagai persiapan hingga pelaksanaan kegiatan, sehingga peringatan hari jadi desa dapat berlangsung dengan suasana kebersamaan.
Kepala Desa Tugu Mukti, Nandang Suherman, yang akrab disapa Kang Boni, mengatakan bahwa peringatan Milangkala tahun ini sengaja dirancang bukan hanya sebagai pesta rakyat atau kegiatan hiburan masyarakat.
Menurutnya, peringatan hari jadi desa juga memiliki nilai edukasi, khususnya bagi generasi muda. Sejarah berdirinya Desa Tugu Mukti perlu terus disampaikan agar generasi penerus mengetahui bagaimana proses terbentuknya desa serta memahami perjuangan para tokoh dan pendiri desa pada masa lalu.
“Milangkala ini bukan hanya tentang perayaan, tetapi juga menjadi momentum untuk mengingat kembali sejarah berdirinya Desa Tugu Mukti. Generasi muda harus mengetahui sejarah dan menghargai jasa para pendahulu yang telah berjuang membangun desa,” ujar Nandang Suherman.
Ia menambahkan, perjalanan selama 42 tahun merupakan bagian penting dari perkembangan Desa Tugu Mukti. Berbagai perubahan dan pembangunan yang terjadi hingga saat ini tidak terlepas dari kontribusi para kepala desa terdahulu, tokoh masyarakat, serta seluruh warga yang sejak awal ikut membangun dan menjaga keberadaan desa.
Karena itu, menurut Kang Boni, semangat peringatan Milangkala harus diarahkan untuk memperkuat rasa memiliki masyarakat terhadap desa. Kebersamaan yang telah terbangun diharapkan dapat terus dipelihara sehingga masyarakat dan pemerintah desa dapat berjalan bersama dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan.
Selain menjadi sarana mengenang sejarah, peringatan Milangkala ke-42 juga diharapkan mampu memperkuat nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, serta kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Pemerintah Desa Tugu Mukti berharap semangat yang tercipta melalui peringatan hari jadi tersebut tidak berhenti setelah kegiatan selesai. Momentum Milangkala diharapkan menjadi titik pengingat bagi seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan, merawat nilai-nilai sejarah, dan bersama-sama mendorong kemajuan desa.
Memasuki usia ke-42 tahun, Desa Tugu Mukti diharapkan semakin berkembang dan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Pemerintah desa bersama seluruh elemen masyarakat juga diharapkan terus melanjutkan pembangunan dengan tetap menjadikan sejarah dan semangat para pendiri desa sebagai bagian dari identitas Desa Tugu Mukti.
Dengan demikian, Milangkala ke-42 bukan hanya menjadi perayaan bertambahnya usia desa, tetapi juga menjadi momentum refleksi atas perjalanan masa lalu, memperkuat kebersamaan pada masa kini, sekaligus membangun optimisme untuk masa depan Desa Tugu Mukti yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera.*Red K.Tansil*














































