Pengeroyokan Maut di Perbesi Gegerkan Karo, Korban Tewas Usai Diduga Dipicu Arena Judi Ilegal

DEBI APRIANTO

- Author

Senin, 1 Juni 2026 - 22:27 WIB

50191 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tribun1.com – KAROPengeroyokan maut menggemparkan warga Desa Perbesi, Kecamatan Tigabinanga, Kabupaten Karo. Seorang warga bernama Jeryanto Ketaren alias Ucok Ketaren dilaporkan meninggal dunia usai menjadi korban tindak pidana pengeroyokan yang terjadi pada Sabtu, 30 Mei 2026.

Korban dinyatakan meninggal dunia pada Minggu, 31 Mei 2026, setelah sempat menjalani pemeriksaan medis di RSUD Kabanjahe. Kabar duka tersebut memicu perhatian luas masyarakat yang mendesak agar aparat penegak hukum segera menuntaskan kasus tersebut.

Pengeroyokan maut itu diduga bermula dari keributan yang terjadi di lokasi perjudian jenis dadu kopyok yang disebut telah beroperasi selama kurang lebih dua pekan di wilayah Desa Perbesi. Lokasi perjudian tersebut menjadi sorotan karena diduga hanya berjarak sekitar 15 meter dari Kantor Pemerintahan Desa Perbesi.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kedekatan lokasi perjudian dengan kantor pemerintahan desa memunculkan tanda tanya besar di tengah masyarakat. Warga mempertanyakan mengapa aktivitas yang diduga melanggar hukum itu dapat berlangsung cukup lama tanpa adanya tindakan tegas.

Saat dikonfirmasi terkait insiden tersebut, Kanit Reskrim Polsek Tigabinanga, Ipda Arjuna Tarigan, membenarkan adanya kejadian pengeroyokan di Desa Perbesi.

“Betul, ada kejadian pengeroyokan di Desa Perbesi. Saat ini kasus tersebut sedang dalam tahap lidik atau penyelidikan,” ujar Ipda Arjuna Tarigan saat memberikan keterangan.

Kasus pengeroyokan ini kini menjadi perhatian serius aparat kepolisian. Proses penyelidikan terus dilakukan untuk mengungkap kronologi lengkap kejadian serta mengidentifikasi pihak-pihak yang terlibat dalam aksi kekerasan yang menyebabkan hilangnya nyawa korban.

Pihak keluarga korban melalui perwakilan keluarga meminta agar kasus ini diusut tuntas dan para pelaku segera ditangkap. Mereka menegaskan bahwa keadilan harus ditegakkan tanpa pandang bulu.

“Kami menuntut keadilan bagi keluarga kami. Kami berharap pihak kepolisian bertindak tegas terhadap para pelaku yang telah menghilangkan nyawa korban,” ujar salah satu perwakilan keluarga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.

Selain menuntut proses hukum terhadap para pelaku, keluarga korban juga menyoroti keberadaan arena perjudian yang diduga menjadi titik awal terjadinya insiden berdarah tersebut.

Judi dadu kopyok di Desa Perbesi disebut telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Sejumlah warga menilai aktivitas itu tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga dinilai merusak moral lingkungan dan memicu potensi konflik sosial.

Sorotan publik kini juga mengarah kepada Pemerintah Desa Perbesi. Masyarakat mempertanyakan tanggung jawab pemerintah desa terkait keberadaan aktivitas perjudian yang berlangsung terbuka di dekat fasilitas pemerintahan.

Salah seorang tokoh masyarakat setempat mempertanyakan adanya dugaan pembiaran terhadap praktik perjudian tersebut.

“Ada apa dengan Kades Perbesi? Mengapa praktik perjudian yang meresahkan masyarakat justru dibiarkan beroperasi di dekat kantor desa?” ujarnya.

Masyarakat berharap penyelidikan yang dilakukan oleh aparat kepolisian segera membuahkan hasil. Warga mendesak agar seluruh pihak yang terlibat dalam pengeroyokan maupun dugaan aktivitas perjudian ilegal dapat diproses sesuai hukum yang berlaku.

Debi A’a 

Berita Terkait

Narkoba Hancurkan Masa Depan, Polres Karo Serukan Generasi Muda Bangun Prestasi
Jembatan Aramco Rampung, Akses 3.208 Warga Lau Garut Kini Lebih Aman
Patroli Lingkaber Bergerak Cepat, Puluhan Remaja di Kabanjahe Diimbau Bubar Demi Cegah Tawuran
Pengamanan Ketat Kerja Tahun Barusjahe Berlangsung Meriah, Kapolsek Pastikan Pesta Adat Aman dan Kondusif
Satresnarkoba Polresta Deli Serdang Bersama Polsek Lubuk Pakam Ungkap Kasus Narkoba, Amankan 3 Tersangka dan Barang Bukti Berat
Narkoba Digempur! Polres Tanah Karo Bongkar 26 Kasus Selama Mei 2026
Mediasi Konflik Bunuraya-Kubu Simbelang Temui Solusi Damai, Pemkab Karo Bergerak Cepat
UKT Shokaido Karo Sukses, 100 Karateka Unjuk Kemampuan di Kabanjahe

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 22:27 WIB

Pengeroyokan Maut di Perbesi Gegerkan Karo, Korban Tewas Usai Diduga Dipicu Arena Judi Ilegal

Sabtu, 30 Mei 2026 - 14:47 WIB

Narkoba Digempur! Polres Tanah Karo Bongkar 26 Kasus Selama Mei 2026

Rabu, 20 Mei 2026 - 14:26 WIB

Pengedar Sabu Dibekuk Tim Intel Gabungan, Perang Narkoba di Karo Makin Digencarkan

Rabu, 20 Mei 2026 - 01:35 WIB

Satresnarkoba Polres Batu Bara kembali Ungkap Kasus Peredaran Shabu dalam ops antik Toba 2026.

Selasa, 19 Mei 2026 - 15:36 WIB

Sabu Berastagi Digulung, Pria 60 Tahun Ditangkap Polisi di Desa Gurusinga

Selasa, 19 Mei 2026 - 15:14 WIB

Diduga Narkoba di Karo Digerebek, Petani Ditangkap Bawa Sabu dan Pecahan Ekstasi

Selasa, 19 Mei 2026 - 15:00 WIB

Narkoba Merusak Masa Depan, Kapolres Karo Ingatkan Ancaman Penjara hingga Hukuman Mati

Selasa, 21 April 2026 - 07:47 WIB

Dugaan Penyalahgunaan Nama PT VAS Mencuat, Transaksi Pajak Muncul Meski Perusahaan Sudah Tidak Beroperasi

Berita Terbaru

error: Content is protected !!