BANDUNG – Warga di sejumlah wilayah pelayanan jalan Provinsi Jawa Barat mulai mempertanyakan pelaksanaan proyek Pekerjaan Rutin Jalan dan Jembatan Wilayah Pelayanan V yang menelan anggaran hingga Rp13,6 miliar dari APBD Provinsi Jawa Barat.
Alih-alih mendapatkan informasi yang jelas, masyarakat justru mengaku kesulitan mengetahui rincian pekerjaan di lapangan. Di beberapa titik, papan informasi proyek tidak ditemukan, sehingga warga tidak mengetahui nilai pekerjaan maupun masa pelaksanaannya.
“Kami hanya melihat ada pekerjaan, tapi tidak tahu anggarannya berapa dan apa saja yang dikerjakan,” ujar salah seorang warga yang melintas di lokasi pekerjaan.
Selain minim informasi, kualitas hasil pekerjaan juga menjadi perbincangan masyarakat. Dengan anggaran yang cukup besar, warga berharap hasil pemeliharaan jalan dan jembatan benar-benar kuat, aman, dan tahan lama.
Aktivis dan pemerhati kebijakan publik di Jawa Barat menilai keterbukaan informasi menjadi kunci utama untuk mencegah kecurigaan publik. Mereka meminta DBMPR Provinsi Jawa Barat lebih terbuka agar masyarakat tidak hanya menjadi penonton dari penggunaan uang pajak mereka sendiri.
Hingga kini, belum ada penjelasan resmi dari pengelola proyek. Warga berharap pemerintah daerah dan aparat pengawas segera turun tangan demi menjaga kepercayaan publik. Red**








































