Prahara di Barisan Pendukung: Relawan Jeje-Asep Ismail Merasa “Habis Manis Sepah Dibuang”
TRIBUN 1 .COM // BANDUNG BARAT –Kemenangan pasangan Jeje Ritchie Ismail dan H. Asep Ismail dalam kontestasi Pilkada Kabupaten Bandung Barat (KBB) rupanya menyisakan luka mendalam bagi barisan pejuang di akar rumput. Alih-alih merayakan kemenangan bersama, sejumlah relawan justru meluapkan rasa kecewa karena merasa tidak dianggap setelah kursi kekuasaan diraih.
Kekecewaan ini mencuat dari pengakuan Adi dan team Chandra Dadang Suyud, Rahmat olay salah satu motor penggerak relawan yang sejak awal berjuang mati-matian memenangkan pasangan tersebut. Menurutnya, keringat relawan yang memasang spanduk, baliho, hingga alat peraga kampanye (APK) di pelosok desa seolah tidak berharga di mata sang pemimpin terpilih.
“Hanya Dipandang Sebelah Mata”
Adi mengungkapkan bahwa selama masa kampanye, para relawan bekerja tanpa kenal lelah untuk meningkatkan elektabilitas pasangan Jeje-Asep. Namun, pasca-kemenangan, komunikasi justru terputus total.
“Kami yang berdarah-darah di lapangan, pasang spanduk dan baliho siang malam. Tapi sekarang, setelah mereka duduk, kami hanya dipandang sebelah mata. Jangankan apresiasi materi, sekadar dipanggil atau ucapan terima kasih pun tidak pernah ada,” ujar Adi dengan nada kecewa kepada awak media.
Kecewa pada Pilihan Wakil Bupati
Yang lebih menyakitkan bagi para relawan adalah kebijakan Wakil Bupati, H. Asep Ismail, dalam menempatkan orang-orang di lingkaran kepercayaannya. Adi menyoroti adanya pihak-pihak yang dulu tidak berkeringat, bahkan disinyalir tidak memilih pasangan ini, justru kini diberikan kepercayaan dan posisi strategis.
– Minim Apresiasi: Tidak ada ruang dialog antara pemimpin terpilih dengan tim relawan awal.
– Salah Urus Kepercayaan: Orang-orang “titipan” atau pihak luar justru lebih didengar ketimbang relawan yang berjuang dari nol.
– Krisis Komunikasi: Tertutupnya akses komunikasi ke pendopo maupun kantor wakil bupati bagi para pejuang lapangan.
Sinyal Ketidakharmonisan Akar Rumput
Fenomena “habis manis sepah dibuang” ini menjadi sinyal buruk bagi jalannya pemerintahan Jeje-Asep kedepan. Menurut pengamat politik lokal, ketidakpuasan relawan seperti Adi, Chandra, Dadang Suyud, rahmat dapat memicu mosi tidak percaya dari masyarakat bawah yang menjadi basis suara mereka.
“Kenapa orang yang bukan memilih mereka yang justru dipercaya oleh Wakil Bupati H. Asep Ismail? Ini menjadi tanda tanya besar bagi kami. Di mana logika balas budi dan kerja sama timnya?” pungkas Adi.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Jeje Ritchie Ismail maupun H. Asep Ismail terkait tudingan miring dari barisan relawannya tersebut. Masyarakat kini menunggu, apakah sang pemimpin akan merangkul kembali pejuang lamanya, atau justru membiarkan bara kekecewaan ini semakin membesar.
RED : TIM








































